Putranya, Jakobus Manoppo, tercatat sebagai raja Bolaang Mongondow pertama yang mendapatkan pendidikan di Hoofden School di Ternate, setelah dibawa oleh pedagang VOC.
Pengaruh pemikiran Barat terhadap Jakobus Manoppo rupanya dimanfaatkan Belanda.
Pada akhirnya, Jakobus Manoppo diangkat menjadi raja ke-10 yang memerintah pada kurun waktu 1691-1720 dengan intervensi langsung dari VOC.
Pengangkatan ini menjadi catatan kelam karena terjadi tanpa restu penuh dari sang ayah, Datu Binangkang Loloda Mokoagow, yang memegang teguh prinsip kedaulatan independen.
Transisi ini menandai babak awal pengaruh langsung kolonial Belanda terhadap urusan internal Kerajaan Bolaang Mongondow.
Jejak Peninggalan dan Pemugaran Makam Sang Raja
Meski berabad-abad telah berlalu, penghormatan terhadap kebesaran Datu Binangkang tetap menyala.
Menjelang akhir hayatnya, sang Raja berpesan untuk dimakamkan di suatu tempat terhormat di dekat sungai Poyowa.
Saat ini, makam Raja Loloda Mokoagow berlokasi di wilayah perkebunan Desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu.
