Banyak nama Bogani yang melegenda dalam cerita tutur, baik laki-laki maupun perempuan.
Sebut saja Bogani Ponuak yang makamnya kini dijaga di Desa Tabang, Kotamobagu Selatan, atau Bogani Inde Dou', seorang tokoh pemimpin perempuan pesisir selatan yang sangat dihormati karena kemampuannya menyejahterakan rakyat.
Para Bogani ini meletakkan fondasi peradaban orang Mongondow sebelum akhirnya bertransformasi menjadi sistem pemerintahan kerajaan.
Siapakah Sebenarnya Datu Binangkang?
Ketika membicarakan "Datu Binangkang", kita sedang membahas salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah semenanjung utara Sulawesi.
Kadang kala, gelar "Bogani Datu Binangkang" diucapkan sekaligus oleh masyarakat modern karena sang raja memiliki kehebatan bak seorang Bogani.
Namun, secara historis, Datu Binangkang (Datoe Binangkang) adalah gelar kebesaran yang disematkan kepada salah satu raja terbesar Kerajaan Bolaang Mongondow, yaitu Raja Loloda Mokoagow.
Raja Loloda Mokoagow atau Datu Binangkang adalah putra dari Punu' Tadohe yang berkuasa pada pertengahan abad ke-17.
Menariknya, berdasarkan penelusuran sejarah, gelar "Binangkang" konon juga pernah disematkan kepada kakeknya, yakni Tumulung Mokoagow, sebelum akhirnya gelar ini mencapai puncak popularitasnya saat melekat pada sosok Loloda Mokoagow.
