Nama "Loloda Mokoagow" sendiri memiliki makna filosofis yang sangat prestisius.
Kata "Mokoagow" mengisyaratkan seseorang yang dianugerahi kemampuan luar biasa, kecerdikan, dan taktik strategi di atas rata-rata manusia biasa.
Di bawah komando Datu Binangkang inilah, Kerajaan Bolaang Mongondow mencapai puncak era kejayaannya (golden age).
Masa Kejayaan dan Ekspansi Kekuasaan Loloda Mokoagow
Pada pertengahan abad ke-17, konstelasi politik di wilayah Sulawesi dan Maluku berada dalam kondisi yang sangat dinamis dan panas.
Kawasan tersebut menjadi arena perebutan pengaruh hegemoni antara kekuatan-kekuatan maritim besar seperti Kesultanan Ternate, Kerajaan Makassar, dan tentu saja kongsi dagang kolonial, VOC (Belanda).
Di tengah pusaran konflik kekuatan tersebut, Datu Binangkang tampil sebagai pemimpin dengan visi politik dan militer yang brilian.
Beliau tidak hanya sekadar berkuasa di daratan utama Bolaang Mongondow.
Dengan kekuatan militernya, beliau berhasil memperluas dominasi hingga menjadi penguasa semenanjung Utara Sulawesi, termasuk wilayah Manado.
