Nusantara menyimpan ribuan kepingan sejarah kebesaran masa lalu yang tak lekang oleh waktu.
Di jazirah utara Pulau Sulawesi, tepatnya di tanah Totabuan, berdiri sebuah peradaban besar yang jejaknya masih dihormati hingga hari ini: Kerajaan Bolaang Mongondow.
Jika kita memutar kembali jarum jam untuk mencari akar dari kebesaran kerajaan ini, satu nama akan selalu menggemah dengan penuh karisma, yakni Mokodoludut.
Mokodoludut bukanlah sekadar tokoh sejarah biasa.
Ia adalah Punu' (Raja) pertama, sang pemersatu klan-klan yang tercerai-berai, sekaligus fondasi awal dari dinasti Kerajaan Bolaang Mongondow.
Kisah hidupnya merupakan perpaduan antara catatan historis yang mengagumkan dan tradisi lisan yang penuh dengan nilai-nilai mistis nan filosofis.
Meluruskan Catatan Waktu Sejarah
Dalam beberapa perbincangan awam, sering kali muncul miskonsepsi yang menyebutkan bahwa Mokodoludut mendirikan kerajaan pada abad ke-17.
Pandangan ini perlu diluruskan. Berdasarkan kajian literatur sejarah dan silsilah kerajaan, eksistensi Mokodoludut sebagai Punu' Molantud (pemimpin tertinggi) diperkirakan terjadi jauh lebih awal, yakni pada rentang abad ke-13 hingga awal abad ke-15 (sekitar tahun 1280 M hingga 1400 M).
