Berita

Guru Tunggu TPG Berbulan-Bulan, Kemendikbud Diminta Bereskan Sistem!

Admin Utama 0 4 menit Hal 3/4
Guru Tunggu TPG Berbulan-Bulan, Kemendikbud Diminta Bereskan Sistem!

Masalah ini diperparah dengan minimnya sosialisasi dan bimbingan teknis dari pemerintah pusat maupun daerah, sehingga banyak guru yang kebingungan mengatasi error di sistem.

Meski pemerintah diharapkan segera turun tangan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan guru untuk mempercepat proses validasi TPG, dirangkum dari berbagai sumber: 1. Pastikan mengajar linear sesuai sertifikasi. Guru harus mengajar di mata pelajaran yang sesuai dengan sertifikat pendidik yang dimiliki. 2. Penuhi jam mengajar minimal 24 jam per minggu. Jika kurang, koordinasikan dengan pihak sekolah untuk penugasan tambahan seperti wali kelas atau kegiatan kurikuler yang diakui. 3. Cek data diri di Dapodik dan Info GTK secara berkala. Pastikan tidak ada data yang berwarna merah atau tidak sesuai. 4. Lakukan sinkronisasi ulang jika ada perubahan data. Jika ada perbaikan jadwal atau penugasan, pastikan data diperbarui di sistem. 5. Koordinasi dengan operator sekolah atau dinas pendidikan. Jika status masih belum valid setelah beberapa hari, segera laporkan untuk ditindaklanjuti. 6. Simpan bukti pengiriman atau perbaikan data. Ini penting sebagai dokumentasi jika ada kendala teknis di kemudian hari. 7. Pantau pengumuman resmi dari Kemendikbudristek. Seringkali ada kebijakan terkait perpanjangan validasi atau penyesuaian jadwal.

Meski ada upaya dari guru, solusi sesungguhnya ada di tangan pemerintah. Pemerintah pusat dan daerah harus:

- Mempercepat perbaikan sistem Info GTK dan Dapodik agar lebih responsif dan akurat. - Memberikan bimbingan teknis yang masif dan berkelanjutan bagi operator dan guru. - Menerbitkan kebijakan darurat jika terjadi keterlambatan massal, seperti perpanjangan masa validasi atau pencairan bersyarat. - Membuka kanal komunikasi langsung (helpdesk) yang mudah diakses bagi guru yang mengalami masalah. - Mengevaluasi secara berkala aturan beban mengajar dan formasi guru agar lebih realistis dengan kondisi di lapangan.

Bagikan

Komentar

0/500

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Terkait