Kementerian Sosial Republik Indonesia membuka berbagai layanan terkait bantuan sosial (bansos) mulai 1 hingga 11 Oktober 2025.
Sementara itu, penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT/BBNT) tahap ketiga masih terus berlangsung, dengan beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan telah menerima dana bantuan.
Kementerian Sosial dalam periode 1-11 Oktober 2025 memberikan akses layanan bagi masyarakat untuk mengusulkan bansos bagi yang belum pernah menerima, menyanggah data bansos yang terdampak eksklusi, mereaktivasi BPJS/KIS/PBIJK, memperbarui data desil, serta memperbarui data bagi yang mengalami kegagalan pencocokan data.
"Bagi masyarakat yang ingin memperbarui data desil dari 6-10 ke 1-5 karena dianggap masih layak menerima bansos, bisa mengajukan permohonan ke kantor Dinas Sosial atau kelurahan melalui operator SIKS-NG desa/kelurahan," demikian informasi yang disampaikan melalui channel Cekbansos.
Sementara itu, proses penyaluran bansos PKH dan BBNT untuk KPM peralihan via pos ke kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masih aktif hingga hari ini.
Setidaknya ada dua bank penyalur yang telah mencairkan dana bansos baik untuk tahap kedua (alokasi April, Mei, Juni) maupun tahap ketiga (Juli, Agustus, September).
Beberapa KPM telah melaporkan masuknya saldo bansos sejak tanggal 1 Oktober dan terus berlanjut hingga 2 Oktober ini.
Khusus untuk BBNT susulan tahap ketiga senilai Rp600.000, kembali disalurkan oleh dua bank penyalur bagi KPM yang statusnya "proses cek rekening" atau "berhasil cek rekening".
"KPM yang menerima KKS baru pada bulan Juli dan Agustus disarankan untuk melakukan pengecekan saldo di kartu KKS-nya. Kemungkinan besar dana bansos sudah masuk," tambah informasi tersebut.
Namun, bagi KPM yang masih menunggu pencairan dari Bank BNI, diminta untuk bersabar.
Bank BNI diketahui sebagai bank penyalur yang paling akhir mendistribusikan kartu KKS, sehingga proses penyaluran dananya pun memakan waktu lebih lama.
"KPM yang baru menerima KKS di bulan September kemungkinan besar masih harus menunggu proses aktivasi kartu dan verifikasi data bansos sebelum dana bisa dicairkan," jelasnya.
Kementerian Sosial mengimbau bagi masyarakat yang ingin mengecek status data bansosnya bisa mendatangi operator SIKS-NG di desa atau Dinas Sosial kabupaten/kota untuk memastikan data mereka masih aman dan berhak menerima bansos. ***
