JAKARTA – Memasuki minggu kedua Januari 2026, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memulai koordinasi untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun anggaran baru.
Langkah ini dilakukan setelah evaluasi besar-besaran terhadap penyaluran bansos sepanjang tahun 2025 yang dinilai cukup efektif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional.
Keberlanjutan program bansos pada tahun 2026 ini menjadi angin segar bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Fokus utama pemerintah tahun ini tetap pada pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan angka stunting, dan perlindungan sosial bagi kelompok lanjut usia serta penyandang disabilitas.
Kilas Balik 2025: Distribusi Uang Tunai dan Bantuan Barang
Sepanjang tahun 2025, pemerintah tercatat telah menuntaskan penyaluran berbagai skema bantuan yang terbagi dalam dua bentuk utama: uang tunai dan barang.
Program reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tetap menjadi pilar utama dalam bentuk uang elektronik yang disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Selain uang tunai, bantuan dalam bentuk barang juga masif dilakukan.
Salah satu yang paling dirasakan manfaatnya adalah Bantuan Pangan Beras 10 kilogram yang disalurkan secara rutin kepada lebih dari 20 juta KPM.
