Jelang akhir Oktober 2025, ratusan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial (bansos) di Indonesia dihadapkan pada situasi tak biasa: saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka tiba-tiba terisi dobel.
Fenomena ini terjadi menyusul pencairan serentak dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 3 dan 4.
Di satu sisi, ini menjadi kabar gembira karena banyak yang akhirnya menerima haknya secara berlipat, namun di sisi lain, kekhawatiran muncul terkait validasi data dan potensi kegagalan pencairan di tahap selanjutnya.
Berikut rinciannya.
Saldo Dobel, Bukti Percepatan atau Kesalahan Teknis?
Berdasarkan informasi terkini dari Kementerian Sosial RI dan pemantauan di lapangan, pencairan ganda ini bukan merupakan glitch atau kesalahan teknis semata.
Melainkan, bagian dari kebijakan percepatan penyaluran untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak menjelang akhir tahun.
Dilansir dari Priangan Insider, KPM yang biasanya menerima satu tahap bantuan, kini justru mendapatkan dua tahap sekaligus—yakni tahap 3 (periode Juli-September 2025) dan tahap 4 (periode Oktober-Desember 2025)—dalam waktu berdekatan.
Alhasil, saldo KKS yang masuk menjadi lebih besar dari biasanya.
