JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan sinyal positif sekaligus realistis terkait nasib ratusan ribu guru honorer madrasah di Indonesia.
Dalam keterangannya pada Jumat, 6 Februari 2026, Menag menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh meningkatkan kesejahteraan guru, meski prosesnya harus dilakukan secara berurutan.
Persoalan guru honorer kembali menjadi sorotan publik seiring dengan tuntutan kepastian status dan peningkatan pendapatan.
Menag Nasaruddin Umar menyatakan bahwa upaya ini telah menjadi prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Komitmen Presiden Prabowo dan Tantangan Anggaran
Menag menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo yang menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan keagamaan.
Namun, ia mengingatkan bahwa penyelesaian masalah ini tidak bisa dilakukan dalam semalam.
"Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang memiliki perhatian besar untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun, tentu tidak bisa sekaligus," ujar Nasaruddin Umar di Jakarta (6/2/2026).
Bukan tanpa alasan, jumlah guru honorer di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tergolong fantastis, yakni mencapai 700 ribu hingga 800 ribu orang.
