Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan anggaran ini akan difokuskan untuk intervensi gizi hingga digitalisasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Karena penerima manfaatnya sudah kami asumsikan mencakup 82,9 juta, kami sedang melakukan percepatan-percepatan di mana ada 19 ribu (mitra SPPG) yang tinggal kami lihat kelayakan-kelayakannya," kata Dadan.
Intervensi gizi akan menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita non-PAUD, dan seluruh siswa mulai dari PAUD hingga SMA dengan besaran anggaran sekitar 75% dari total Rp335 triliun.
Hingga pertengahan Agustus 2025, sudah berdiri 5.905 SPPG yang melayani sekitar 20,5 juta penerima manfaat.
"Kita bangun generasi unggul anak-anak kita melalui MBG. Generasi unggul lahir dari tubuh yang sehat dengan gizi yang terpenuhi," kata Presiden Prabowo.
Anggaran Pendidikan dan Tunjangan Guru
Anggaran pendidikan dalam APBN 2026 dialokasikan sebesar Rp769,1 triliun untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing melalui berbagai program antara lain gaji dan tunjangan guru, dosen, tenaga pendidik, pemberian beasiswa, program Indonesia pintar dan kartu Indonesia pintar, kuliah sekolah rakyat, sekolah unggul garuda, bantuan operasional sekolah serta bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dan perguruan tinggi.
"Ini tahun pertama kita melakukan di 2025 dan realisasi sampai dengan Agustus kita lihat bahwa ini sudah 50% pencairan tahap 1, tahap 2, 33,3 triliun adalah sekitar 50% dari total TPG yang dialokasikan 66,9 triliun," ujar Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Mulai 2025, pemerintah melakukan penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) langsung dari APBN kepada rekening guru.
