Sebuah curahan hati dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) penjual donat viral di media sosial setelah mengungkap dugaan praktik penawaran harga sangat rendah dari pihak yang mengatasnamakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kasus ini memicu perdebatan publik mengenai transparansi harga dan pelibatan UMKM dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam unggahan yang beredar luas di media sosial, penjual donat tersebut mengaku pernah menerima permintaan penyediaan donat dengan harga di bawah Rp2.000 per buah.
Ia menilai harga tersebut tidak masuk akal dan berpotensi merugikan pelaku usaha kecil.
Bahkan, ia mempertanyakan alasan pihak SPPG tetap mencari pasokan dari UMKM jika dapur program tersebut sudah memiliki fasilitas besar dan lengkap.
“Saya langsung menolak. Donat di bawah dua ribu? Kenapa tidak bikin sendiri saja? Gunanya apa punya dapur besar dengan peralatan lengkap,” demikian isi curhatan yang beredar di media sosial.
Unggahan tersebut kemudian memicu diskusi luas di internet.
Banyak pelaku UMKM lain mengaku pernah mengalami penawaran serupa, sementara warganet menilai pemerintah perlu memastikan skema kerja sama dengan UMKM tidak merugikan pihak kecil.
