JAKARTA – Proses penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap akhir tahun 2025 memasuki fase krusial.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia kembali menantikan kepastian pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap keempat.
Sementara itu, sejumlah KPM justru melaporkan adanya saldo masuk mendadak berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra susulan di kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka per hari ini, Senin (8/12/2025).
Status Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 4: Masih Menunggu Standing Instruction (SI)
Berdasarkan pantauan dari Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation (SIKS-NG) dan laporan resmi pendamping sosial, proses penyaluran PKH dan BPNT tahap 4 saat ini masih dalam tahap administratif.
Sebagian besar data KPM telah menunjukkan status Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), namun belum beralih ke Standing Instruction (SI).
"Pencairan bansos BPNT Tahap 4 dan PKH Tahap 4 akan segera dilakukan setelah status di SIKS-NG berubah dari SPM atau SP2D menjadi SI. Status SI merupakan instruksi resmi dari Kementerian Sosial kepada bank penyalur (Himbara) untuk mentransfer dana ke rekening KPM," jelas laporan dari Channel Cek Bansos yang dikutip Radar Bogor.
Bank penyalur bansos seperti Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) masih menunggu instruksi resmi tersebut untuk memproses penyaluran dana.
KPM diimbau untuk tidak bolak-balik mengecek saldo KKS jika status di SIKS-NG belum menunjukkan SI.
