4. Nilai Jaminan (Agunan)
Jika Anda mengajukan pinjaman beragunan, nilai taksir dari jaminan tersebut (misalnya, nilai jual kendaraan atau properti) akan menjadi dasar penentuan plafon.
Umumnya, plafon pinjaman berkisar antara 60% hingga 80% dari nilai jaminan.
5. Kebijakan Masing-Masing Cabang
Setiap cabang Kopdes Merah Putih memiliki otonomi untuk menentukan kebijakan plafon pinjaman yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan potensi di wilayahnya.
Ilustrasi Plafon Pinjaman
Meskipun tidak ada angka pasti, berdasarkan produk yang umum ditawarkan oleh koperasi sejenis, kita bisa memberikan ilustrasi kasar: - Pinjaman Kecil/Tanpa Agunan: Biasanya berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 10 juta. - Pinjaman Jaminan BPKB Motor: Plafonnya bisa mencapai Rp 15 juta hingga Rp 50 juta, tergantung tipe dan tahun kendaraan. - Pinjaman Jaminan BPKB Mobil: Plafonnya jauh lebih besar, mulai dari Rp 50 juta hingga ratusan juta rupiah. - Pinjaman Jaminan Sertifikat (SHM): Ini adalah pinjaman dengan plafon tertinggi, bisa mencapai miliaran rupiah, bergantung pada nilai appraisal properti.
Kesimpulan:
Pertanyaan "per KK maksimal dapat berapa?" lebih tepat dijawab dengan: "Tergantung pada profil keuangan, jenis pinjaman, dan nilai jaminan Anda."
Fokuslah pada bagaimana Anda menunjukkan kapasitas untuk mengembalikan pinjaman tersebut.
