Fenomena saldo bantuan sosial (bansos) masuk dua kali lipat atau “dobel” hebohkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah.
Sejak awal Oktober 2025, banyak pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru dari Bank Mandiri, BNI, BRI, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) melaporkan saldo rekening mereka tiba-tiba membengkak hingga jutaan rupiah.
Penyebabnya, pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk beberapa tahap digabungkan sekaligus.
Simak penjelasan lengkap dan update status pencairan tahap 4 Oktober 2025 berikut ini.
SALDO DOBEL BAGAIMANA BISA TERJADI?
Berdasarkan pantauan media dan laporan KPM, saldo dobel terjadi karena sistem penyaluran bansos bagi KPM pemegang KKS baru (hasil peralihan dari PT Pos ke Bank Himbara) mengalami keterlambatan administrasi.
Akibatnya, beberapa tahap bantuan dicairkan bersamaan.
Contoh rincian saldo dobel yang dilaporkan:
- BPNT Tahap 2 + Tahap 3: Rp600.000 + Rp600.000 = Rp1,2 juta - Penebalan BPNT: Rp400.000 - Total minimal: Rp1,6 juta langsung masuk KKSSementara itu, KPM yang juga menerima PKH bisa mendapatkan lebih besar lagi: - PKH komponen kesehatan (ibu hamil/anak usia dini): Rp750.000 per tahap, dua tahap = Rp1,5 juta - Ditambah BPNT Tahap 2 & 3: Rp1,2 juta - Ditambah penebalan: Rp400.000 - Total maksimal: Rp3,1 juta
“Ini bukan bantuan baru, melainkan pencairan yang tertunda lalu digabungkan. Khusus untuk KPM KKS baru yang baru beralih dari Pos,” jelas salah satu supervisor SIKS-NG Dinas Sosial, seperti dikutip dari laporan media.
