Para ekonom memperingatkan bahwa lonjakan harga energi dapat mempercepat inflasi global dan menekan pertumbuhan ekonomi dunia.
Gangguan pasokan minyak dan gas akibat konflik juga meningkatkan biaya logistik, transportasi, serta produksi industri di berbagai negara.
Jika konflik berkepanjangan, harga minyak berpotensi tetap tinggi dan memicu perlambatan ekonomi global.
Banyak analis menilai bahwa stabilitas pasar energi kini sangat bergantung pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Kesimpulan
Krisis energi global kembali menjadi ancaman serius setelah harga minyak dunia melonjak akibat konflik geopolitik. Dampaknya terasa luas, mulai dari kenaikan harga BBM di Eropa, tekanan inflasi di Amerika Serikat, hingga kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.
Dengan pasar energi yang semakin sensitif terhadap konflik geopolitik, dunia kini menantikan langkah diplomatik dan kebijakan ekonomi yang mampu meredakan ketegangan sekaligus menstabilkan harga energi. ***
