Penerimaan bantuan di kartu KKS baru tidak terjadi secara bersamaan.
Ada yang menerima dua kali sekaligus (BPNT tahap 2 dan penebalan BPNT Rp400.000 sehingga saldo langsung Rp1 juta), ada pula yang menerima secara terpisah dengan jeda beberapa hari.
Bagi KPM yang hingga saat ini sudah mendapatkan kartu KKS baru tapi belum menerima bantuan, disarankan untuk bersabar dan terus memeriksa saldo di mesin ATM atau agen bank yang sama dengan penerbit kartu KKS tersebut.
"Kita tidak memiliki data bayar atau BNBA (Bukti Penyaluran Bantuan) resmi dari pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia sehingga ketika ada KPM yang bertanya terkait bansosnya yang belum cair, kita sarankan untuk sabar menunggu dan sering memeriksa saldonya," jelasnya.
Sementara itu, bagi KPM yang belum menerima kartu KKS padahal telah mendapatkan undangan pengambilan, diimbau untuk bersabar. Di beberapa wilayah, batas akhir pendistribusian kartu KKS oleh pihak bank penyalur telah ditetapkan pada 21 November 2025.
"Instruksi dari Kementerian Sosial pasca tanggal itu, kartu KKS tidak boleh didistribusikan. Yang belum teraktivasi juga tidak boleh diaktivasi. Jadi buat para KPM yang belum mendapatkan kartu KKS tapi menerima undangan, sabar. Insyaallah kalau masih rezekinya pasti kartu ATM tersebut akan diberikan," pungkasnya.
Pemerintah menargetkan penyaluran bansos tahun 2025 dapat terselesaikan sebelum akhir tahun untuk memastikan tidak ada dana yang kembali ke kas negara dan KPM dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk kebutuhan akhir tahun. ***
