Jakarta – Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat.
Hingga akhir Maret 2026, realisasi distribusi bantuan tersebut telah mencapai sekitar 62 persen dari total target nasional.
Program bansos ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi, terutama menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 2026.
Realisasi Penyaluran Capai 20,5 Juta Penerima
Berdasarkan data terbaru, penyaluran bansos beras dan minyak goreng telah menjangkau sekitar 20,5 juta penerima manfaat dari total target sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Artinya, masih terdapat sekitar 38 persen bantuan yang terus dikebut penyalurannya oleh pemerintah melalui berbagai jalur distribusi.
Program ini dilaksanakan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog sebagai operator utama distribusi pangan nasional.
Setiap Penerima Dapat Beras dan Minyak Goreng
Dalam program bansos ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa:
- 10 kilogram beras - 2 liter minyak gorengBantuan tersebut disalurkan untuk alokasi periode dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun untuk mendukung program ini, yang menjadi salah satu stimulus ekonomi nasional di awal tahun.
Upaya Jaga Stabilitas Harga Pangan
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah meningkatnya permintaan.
Penyaluran bansos pangan dinilai penting untuk menahan lonjakan harga bahan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Selain itu, program ini juga menyasar kelompok masyarakat desil 1 hingga 4, yaitu kategori sangat miskin hingga rentan miskin, agar bantuan tepat sasaran.
Bulog Pastikan Distribusi Tepat Waktu
Perum Bulog sebagai pelaksana distribusi memastikan kesiapan stok dan jaringan logistik untuk mempercepat penyaluran bantuan ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil.
Untuk memenuhi kebutuhan program ini, Bulog telah menyiapkan:
- sekitar 664,8 ribu ton beras - sekitar 132,9 ribu kiloliter minyak gorengDistribusi dilakukan secara bertahap dengan prioritas wilayah yang membutuhkan percepatan bantuan.
Bagian dari Stimulus Ekonomi Nasional
Program bansos beras dan minyak goreng ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah pada kuartal pertama 2026.
Selain membantu masyarakat, kebijakan ini juga bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Pemerintah berharap percepatan penyaluran bantuan dapat selesai tepat waktu agar manfaatnya dirasakan maksimal oleh masyarakat, terutama selama Ramadan dan menjelang Lebaran. ***
