Pada triwulan II/2026, pemerintah menambah 475.821 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru untuk bansos PKH dan BPNT. Penambahan ini terjadi setelah proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan oleh Kemensos bekerja sama dengan BPS.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa setiap triwulan pasti terjadi perubahan data penerima manfaat. Saat ini, sudah ada lebih dari 70.000 Operator Data Desa yang terlibat dalam pembaruan data DTSEN untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran.
Besaran Bantuan PKH dan BPNT
Bansos PKH disalurkan per tiga bulan dengan rincian nominal sebagai berikut:
- Ibu hamil atau nifas: Rp750.000
- Anak usia 0-6 tahun: Rp750.000
- Anak SD sederajat: Rp225.000
- Anak SMP sederajat: Rp375.000
- Anak SMA sederajat: Rp500.000
- Lansia (60 tahun ke atas): Rp600.000
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
- Buka browser di HP atau komputer
- Akses laman resmi: cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang muncul di layar (refresh jika kurang jelas)
- Klik tombol "Cari Data"
Sementara itu, BPNT diberikan sebesar Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 setiap tiga bulan.
Cicilan Panduan: Dua Cara Cek Desil dan Bansos via HP Pakai NIK KTP
1. Cek Desil via Website Resmi Kemensos
Cara ini paling cepat dan mudah karena tidak perlu registrasi akun.
Langkah-langkah:
Sistem akan langsung menampilkan informasi lengkap, mulai dari nama penerima, kelompok desil, hingga status bantuan PKH dan BPNT yang diterima. Jika tertulis angka desil 1, 2, 3, atau 4, maka keluarga tersebut berpeluang mendapatkan bansos. Pastikan juga kolom bantuan menunjukkan keterangan "YA" untuk memastikan status sebagai penerima aktif.
2. Cek Desil via Aplikasi Cek Bansos
Aplikasi ini menyediakan fitur lebih lengkap, termasuk usul dan sanggah data, serta pemantauan berkala.
