Berita

Bukan Hanya PNS, Ini Nominal Gaji Ke-13 untuk PPPK, CPNS, dan Pejabat Negara

Diperbarui 0 6 mnt baca 1,012 kata 4 halaman
Bukan Hanya PNS, Ini Nominal Gaji Ke-13 untuk PPPK, CPNS, dan Pejabat Negara
Bukan Hanya PNS, Ini Nominal Gaji Ke-13 untuk PPPK, CPNS, dan Pejabat Negara — Kabar gembira bagi seluruh aparatur sipil n...

Bungko NewsKabar gembira bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia.

PT Taspen (Persero) memastikan gaji ke-13 ASN tahun 2026 mulai cair pada Selasa, 2 Juni 2026.

Kepastian ini diumumkan secara resmi melalui akun Instagram resmi @taspen pada Sabtu (23/5/2026).

"TASPEN mulai menyalurkan Gaji Ketiga Belas Tahun 2026 paling cepat pada 2 Juni 2026 sebagai bentuk komitmen dalam memastikan manfaat pensiun diterima tepat waktu," tulis Taspen dalam unggahan resminya.

Penyaluran gaji ke-13 dilakukan melalui 46 mitra bayar yang tersebar di seluruh Indonesia, tanpa perlu pengajuan tambahan dari penerima.

Corporate Secretary Taspen, Henra, menegaskan, "Pembayaran ini mencerminkan apresiasi negara terhadap kontribusi para pensiunan, sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan ASN aktif maupun yang telah menyelesaikan masa baktinya,".


Jadwal Resmi Pencairan Gaji Ke-13 2026

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 3 Maret 2026, pembayaran gaji ke-13 ditetapkan paling cepat pada bulan Juni 2026.

Pasal 15 Ayat (1) beleid tersebut secara tegas menyatakan: "Gaji ketiga belas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dibayarkan paling cepat pada bulan Juni Tahun 2026,"

Apabila suatu instansi belum dapat melakukan pembayaran pada Juni 2026, maka pencairan dapat dilakukan pada bulan-bulan setelahnya, sesuai dengan kesiapan administrasi masing-masing instansi.


Komponen Gaji Ke-13 2026

Berdasarkan PP Nomor 9 Tahun 2026, gaji ke-13 tidak hanya terdiri dari gaji pokok, tetapi juga mencakup sejumlah komponen tambahan.

Berikut rinciannya berdasarkan sumber pendanaan:

Untuk ASN Pusat (bersumber dari APBN):

  • 80% dari gaji pokok

Berita Terkait