Bungko News – Cpmi Ilegal — Polisi buru seorang perekrut wanita asal Bangka Belitung yang menjanjikan gaji fantastis sebagai admin judi online di Kamboja..
Polisi buru seorang perekrut wanita asal Bangka Belitung yang menjanjikan gaji fantastis sebagai admin judi online di Kamboja.
Kasus ini terungkap setelah dua calon korban nyaris diberangkatkan secara ilegal melalui Bandara Soekarno-Hatta.
🚨 Kronologi Pengungkapan: Hampir Terbang ke Kamboja
Kasus ini terungkap pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, saat petugas kepolisian menerima informasi mengenai keberangkatan dua calon pekerja migran Indonesia (CPMI) perempuan melalui Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta.
Kedua CPMI tersebut adalah:
-
AG, asal Garut
-
SP, asal Jakarta Utara
Mereka dijadwalkan terbang menggunakan maskapai TransNusa dengan rute Jakarta-Kuala Lumpur, kemudian melanjutkan perjalanan dengan Cambodia Airways menuju Phnom Penh, Kamboja.
Petugas kepolisian yang mencurigai keduanya akhirnya berhasil menggagalkan keberangkatan mereka sebelum sempat terbang.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan fakta mencengangkan: kedua wanita itu tidak memiliki dokumen perlindungan pekerja migran, tidak melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), tidak mengikuti pelatihan kerja, pembekalan akhir pemberangkatan, maupun memiliki perlindungan asuransi.
💰 Janji Manis Rp 10 Juta: Godaan yang Sulit Ditolak
Apa yang membuat AG dan SP tergiur hingga nekat berangkat tanpa prosedur resmi? Jawabannya sederhana: iming-iming gaji fantastis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, kedua CPMI tersebut dijanjikan pekerjaan sebagai admin judi online (judol) dengan gaji mencapai Rp 10 juta per bulan.
Tidak hanya itu, mereka juga dijanjikan keberangkatan tanpa biaya alias gratis.
Inilah senjata utama para perekrut ilegal: janji manis penghasilan besar dengan proses mudah dan tanpa biaya.
Bagi para pencari kerja yang tengah membutuhkan penghasilan, tawaran semacam ini sangat sulit ditolak.
📱 Modus Operandi: Grup WhatsApp "Liburaaannnnn" dan Media Sosial
Grup WhatsApp "Liburaaannnnn"
Dari hasil pemeriksaan, kedua CPMI mengaku direkrut melalui media sosial dan grup WhatsApp bernama "Liburaaannnnn" — nama yang terdengar santai dan tidak mencurigakan, seolah-olah hanya sekadar komunitas liburan.
Rekrutmen Tanpa Interaksi Langsung Antar Korban
Polisi mengungkapkan bahwa perekrutan dilakukan melalui grup khusus di mana korban satu sama lain tidak saling mengenal.
Setelah korban merespons iklan lowongan kerja, perekrut melakukan pendataan dan menjanjikan pekerjaan sebagai admin judi online dengan gaji besar.
Iklan di Facebook
Informasi lowongan kerja tersebut disebarkan melalui Facebook.
"Informasi yang mereka sampaikan melalui Facebook berisi lowongan pekerjaan di Kamboja," ujar Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono.
Fasilitas Lengkap Tanpa Biaya
Menariknya, para korban tidak diminta membayar biaya apapun — bahkan justru difasilitasi, termasuk pembuatan paspor.
Hal ini semakin memperkuat daya tarik tawaran tersebut.
Ini sejalan dengan modus operandi penempatan PMI ilegal yang diidentifikasi Kemenko Polhukam, yaitu melalui propaganda media sosial di mana korban mendapat informasi peluang kerja, lalu berkomunikasi via telepon seluler, dan semua pengurusan dokumen dilakukan oleh calo.
👤 Sosok Perekrut: Wanita Asal Bangka Belitung yang Kini DPO
Polisi berhasil mengidentifikasi otak di balik perekrutan ini.
Pelaku utama adalah seorang perempuan berinisial LA, warga asal Bangka Belitung, yang berperan sebagai perekrut sekaligus pengatur keberangkatan CPMI ilegal ke Kamboja.