Bungko News – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog resmi memperpanjang program bantuan pangan (bansos pangan) beras dan minyak goreng hingga Juni 2026.
Kebijakan ini diambil dalam rapat koordinasi teknis di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga minyak goreng dan menjaga stabilitas harga pangan nasional.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa perpanjangan waktu penyaluran ini diperlukan mengingat realisasi bantuan yang baru mencapai sekitar 34 persen.
"Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan," ujar Ketut dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026).
"Akhirnya dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan bansos pangan diperpanjang sampai Juni," tambahnya.
Adapun paket bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng Minyakita per bulan.
Karena penyaluran dilakukan untuk periode dua bulan (Mei-Juni), setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Bapanas menargetkan percepatan distribusi bantuan ini karena dinilai memiliki dampak besar terhadap stabilitas harga.
Volume minyak goreng yang akan didistribusikan mencapai sekitar 132,9 ribu kiloliter.
"Itu banyak.