Bungko News – Pemerintah resmi menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai salah satu basis data utama dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) pada tahun 2026.
Dalam sistem DTSEN, seluruh penduduk Indonesia dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi.
Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan kelompok tersebut.
Namun perlu digarisbawahi, hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait pencairan BLT Kesra Rp900 ribu untuk periode Oktober 2026.
Apa Itu Pembagian Desil di DTSEN?
DTSEN menjadi acuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Pada sejumlah program bansos reguler, kelompok Desil 1 hingga Desil 4 menjadi prioritas utama, sedangkan masyarakat yang masuk dalam Desil 5 masih memiliki peluang untuk menerima bantuan sesuai dengan kriteria dan kuota masing-masing program.
Masyarakat dapat mengecek desil dan status penerima bansos secara online melalui laman resmi Kementerian Sosial.
Desil 1-5 yang Masih Berpeluang Menerima Bansos
Berikut gambaran kelompok desil yang masih memiliki peluang menjadi penerima bantuan sosial:
1. Desil 1
Merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dalam DTSEN.
Kelompok ini mencakup masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan dan menjadi sasaran utama program perlindungan sosial.
Masyarakat Desil 1 berpeluang besar menerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), selama memenuhi persyaratan program.
2. Desil 2
Juga termasuk kelompok dengan tingkat kesejahteraan rendah sehingga masih menjadi kelompok yang diprioritaskan.
Namun, masuk dalam Desil 2 tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima bantuan.
Status penerima tetap bergantung pada kriteria masing-masing program dan hasil pemutakhiran data.
3. Desil 3
Masyarakat di Desil 3 masih termasuk kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.
Karena itu, kelompok ini masih memiliki peluang menerima berbagai program perlindungan sosial apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
4. Desil 4
Berada di atas Desil 1 hingga 3 dalam tingkat kesejahteraan.
Meski demikian, kelompok ini masih termasuk dalam kelompok yang dapat diprioritaskan untuk sejumlah program bansos, termasuk bantuan sembako dan bantuan tunai Rp600.000.
Penerimaan bantuan tetap bergantung pada jenis program, kriteria penerima, kuota, serta hasil pemutakhiran data.
5. Desil 5
Merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan menengah bawah.
Peluang mendapatkan bansos lebih terbatas dibandingkan Desil 1 hingga Desil 4. Meski begitu, berada di Desil 5 tidak otomatis berarti seseorang tidak bisa menerima bantuan.
Penentuan akhir tetap mengikuti kriteria dan kebijakan masing-masing program.
Bagaimana dengan Desil 6-10?
DTSEN membagi tingkat kesejahteraan hingga Desil 10. Secara umum, kelompok Desil 6 hingga Desil 10 memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok Desil 1-5, sehingga umumnya bukan menjadi sasaran utama bansos reguler.
Namun, angka desil bukan satu-satunya faktor penentu.
Setiap program bansos memiliki kriteria dan ketentuan tersendiri.
Karena itu, masyarakat tidak dapat menyimpulkan hanya dari angka desil bahwa dirinya pasti mendapatkan atau tidak mendapatkan bantuan.
Cara Cek Desil dan Penerima Bansos Lewat HP
Masyarakat dapat mengecek data bansos secara online melalui laman resmi Kementerian Sosial.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka browser melalui HP
- Akses laman cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP
- Masukkan kode captcha yang tertera
- Pilih menu "Cari Data"
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian
- Periksa informasi mengenai status penerima manfaat dan data yang tercatat
Jika data belum sesuai atau terdapat perubahan kondisi sosial ekonomi, masyarakat dapat mengikuti mekanisme pemutakhiran data melalui pemerintah daerah setempat sesuai ketentuan yang berlaku.
Desil Bukan Jaminan Pasti Mendapat Bansos
Masyarakat perlu memahami bahwa desil hanya menjadi salah satu dasar dalam penentuan sasaran bantuan sosial.
Desil 1-4 memang menjadi kelompok yang lebih diprioritaskan, sedangkan Desil 5 memiliki peluang yang lebih terbatas.
Penerima akhir tetap ditentukan berdasarkan persyaratan masing-masing program, kuota anggaran, dan hasil pemutakhiran data pemerintah.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak hanya melihat angka desil, tetapi juga melakukan pengecekan rutin melalui kanal resmi Kementerian Sosial.