Nasional

2 Pegawai SPPG Deli Serdang Olok-olok Korban Keracunan MBG Saat Live TikTok, Kini Dipecat

Diperbarui 0 3 mnt baca 559 kata
V
Ditulis oleh Lihat semua artikel Vicky Potabuga →

Bungko News –

1. Kronologi Video Viral

Dua pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi viral di media sosial.

Keduanya menjadi sorotan setelah mengolok-olok korban dugaan keracunan MBG saat siaran langsung di TikTok.

Dalam siaran itu, salah satu pegawai menyindir insiden sakit perut yang dialami puluhan siswa SD di Kecamatan Galang pada Jumat, 18 September 2026.

Isi ucapannya dalam live tersebut terekam jelas:

"Nanti kalau ada MBG lagi, keracunan lagi. sakit perut lagi? ke puskesmas, iya? Nanti dikasih telur ya biar enggak keracunan,"

"MBG beracun. Iya, penerimanya beracun,"

Mereka juga membandingkan respons penerima saat dapat menu daging dan telur:

"Itu yang keracunan, Kalau kalian dikasih daging, kalian diam-diam saja. Giliran ini dikasih telur, keracunan, bising kalian,"

Bahkan mereka mengaku tidak keracunan meski minum susu dalam jumlah banyak:

"Keracunan, Ya kan itu kalian yang keracunan, kami enggak, kami minum susu lima pun enggak ada keracunan sama kami. Memang kayak gitulah kalau netizen, heboh. Buktinya kami minum susunya enggak nya kami keracunan. Memang dasar kau saja,"

Video tersebut diunggah ulang oleh kanal Tribunnews dan kanal YouTube lainnya dengan judul "Viral Video 2 Pegawai SPPG di Sumut Olok-olok Korban Keracunan MBG".

2. Siapa Pelakunya?

Kedua pegawai tersebut diketahui berinisial F dan M.

Keduanya bekerja di SPPG Galang Barat 2, Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di Divisi Pemorsian.

3. Latar Belakang: Keracunan 38 Siswa SD di Galang

Aksi olok-olok itu dipicu oleh kasus keracunan sebelumnya.

Pada Jumat, 18 September 2026, sebanyak 38 siswa dari empat Sekolah Dasar di Kecamatan Galang dilarikan ke Puskesmas akibat dugaan keracunan paket MBG.

Gejala yang dialami berupa sakit perut dan muntah-muntah yang diduga kuat berasal dari konsumsi susu kotak.

Rincian 38 siswa yang terdampak adalah:

  • SDN 101961 Desa Timbang Deli: 17 siswa
  • SDN 106197 Desa Paku: 13 siswa
  • SDN 101976 Desa Bandar Kuala: 7 siswa
  • SDN 107827 Desa Titi Besi: 1 siswa

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Deli Serdang telah mengambil sampel makanan dan minuman, termasuk susu kotak yang dicurigai, untuk uji laboratorium.

Mayoritas siswa sudah pulang, sisa 1 anak masih rawat inap di Puskesmas Galang.

Kasus ini menambah panjang daftar keracunan MBG di Sumut, setelah sebelumnya 60 siswa SMKN 1 Merdeka di Karo juga diduga keracunan.

4. Sanksi Tegas: Dipecat dan Dapur Disuspend

Setelah video viral, kedua pegawai F dan M akhirnya meminta maaf.

Mereka menyampaikan:

"Kami ingin menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas komentar dan candaan kami selama siaran langsung TikTok terkait insiden MBG yang melibatkan susu basi,"

Namun permintaan maaf tidak menghapus sanksi.

Kasubbag Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Erdianta Sitepu, menyatakan kedua pegawai SPPG telah diberhentikan.

Manajemen SPPG Galang Barat 2 menetapkan pemecatan melalui surat keputusan tertanggal 30 September 2026.

Surat ditandatangani Kepala SPPG Galang Barat 2, Teddy Sahputra, bersama PIC Yayasan, Bonita N. Butarbutar.

Selain itu, dapur SPPG yang menangani penyaluran MBG tersebut juga dikenai sanksi pemberhentian operasional sementara atau di-suspend buntut dugaan keracunan puluhan siswa SD di Kecamatan Galang.

Badan Gizi Nasional (BGN) membenarkan pemecatan tersebut. "Iya betul (kedua karyawan dipecat)," kata Yoga, perwakilan BGN saat dikonfirmasi Kamis (1/10/2026).

5. Reaksi Publik dan Desakan Evaluasi

Video ini memicu kemarahan warganet.

Banyak yang menilai candaan tersebut tidak berempati terhadap anak-anak korban.

DPRD Sumut dan Aliansi Media bahkan mendesak BBPOM dan BGN Pusat untuk memperketat pengawasan rantai pasok MBG dan melakukan audit total terhadap SPPG di Sumut.

Berita Terkait