Bungko News – Pemerintah memastikan bantuan pangan beras 10 kg berlanjut di tahun 2026.
Perum Bulog mendapat penugasan resmi untuk menyalurkan sekitar 720.000 ton beras kepada 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama 4 bulan.
"Penyaluran bantuan pangan untuk 4 bulan tahun 2026 itu sekitar 720.000 ton untuk 18 juta penerima," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam media briefing Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategi 2026
1. Skema Penyaluran 2026
Berbeda dengan bantuan yang disalurkan sepanjang tahun, bansos beras 2026 punya pola khusus:
- Jumlah per KPM: 10 kilogram per keluarga per bulan
- Durasi: 4 bulan, rencana Januari - April 2026
- Total yang diterima: Jika penuh 4 bulan, setiap KPM akan menerima total 40 kg
- Total nasional: Pemerintah menyiapkan sekitar 720 ribu ton untuk kebutuhan ini
Skema ini disebut paling banyak dipakai karena untuk menjaga daya beli dan menjaga stok dapur tetap aman di awal tahun.
2. Bukan Hanya Bansos, Ada Juga Beras Murah SPHP
Dalam briefing yang sama, Bulog menjelaskan ada dua penugasan lain selain bantuan pangan gratis:
Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) atau beras murah sebanyak 1,5 juta ton akan disalurkan sepanjang tahun 2026.
Strateginya dibuat zonasi:
- Di daerah sentra produksi beras saat musim panen raya Maret, April, dan Agustus, penyaluran SPHP volumenya akan dikurangi supaya tidak menjatuhkan harga petani.
- Di daerah bukan sentra produksi, penyaluran SPHP tetap digencarkan untuk stabilisasi harga
Untuk cadangan, posisi CBP (Cadangan Beras Pemerintah) di gudang Bulog sampai akhir 2025 tercatat 3,24 juta ton dan stok komersial 133 ribu ton, diklaim tertinggi sejak Bulog berdiri 1968.
3. Siapa yang Berhak Menerima?
Penerima adalah masyarakat tidak mampu yang terdata di DTKS dan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Kriteria umum:
- Masuk dalam desil 1-4 keluarga miskin/rentan
- Terdaftar sebagai KPM Bansos Sembako / PKH aktif
- Bukan ASN, TNI, Polri, atau pegawai dengan gaji di atas UMP
- Validasi di tingkat Desa/Kelurahan
Jika ada pengurangan penerima seperti tahun lalu dari 21,35 juta ke 20,66 juta keluarga, itu karena pemutakhiran data dan graduasi.
4. Cara Cek dan Cara Ambil
Penyaluran dikawal Perum Bulog dari gudang sampai ke titik bagi di desa/kelurahan.
Cara cek:
- Buka cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa
- Masukkan nama sesuai KTP
- Cek status "Bantuan Pangan - YA/TIDAK"
Cara ambil:
Bawa KTP dan KK asli ke Kantor Desa/Kelurahan atau titik bagi Bulog.
Bansos resmi tidak dipungut biaya.
Kalau ada yang meminta biaya pendaftaran, itu penipuan.
5. Kenapa Program Ini Penting di 2026?
- Menjaga inflasi beras: Saat harga beras naik, bantuan 10 kg sangat membantu menekan pengeluaran pangan 30-40%.
- Memanfaatkan stok melimpah: Stok Bulog sedang tinggi, jadi disalurkan balik ke masyarakat.
- Transisi ke Bansos Digital: Pemerintah sedang menyiapkan digitalisasi bansos lewat rekening mulai Oktober 2026 untuk 50 juta warga desil 1-5 agar lebih tepat sasaran, tapi selama sistem siap, bansos beras fisik tetap jalan.
Penutup
Jadi intinya, video tersebut mengkonfirmasi bahwa tidak ada penghentian bansos beras.
Total 720.000 ton untuk 18 juta penerima selama 4 bulan sudah disiapkan Bulog.
Bagi kamu di Kotamobagu, pantau pengumuman di kelurahan mulai minggu kedua Januari dan pastikan NIK kamu aktif di DTKS.