Artinya, seorang PNS yang memiliki total penghasilan bulanan sekitar Rp6,3 juta berpotensi menerima THR dengan nominal yang relatif sama atau mendekati angka tersebut, tergantung besaran tunjangan yang melekat pada jabatan dan golongannya.
Estimasi Besaran THR Berdasarkan Golongan
Besaran THR PNS berbeda-beda karena disesuaikan dengan golongan dan masa kerja masing-masing pegawai.
Secara umum, estimasi nominal THR ASN tahun 2026 diperkirakan berada pada kisaran berikut:
- Golongan I: sekitar Rp2,2 juta – Rp2,8 juta
- Golongan II: sekitar Rp3 juta – Rp4 juta
- Golongan III: sekitar Rp3,8 juta – Rp5,4 juta
- Golongan IV: sekitar Rp5,8 juta – Rp7,8 juta
Perbedaan tersebut disebabkan oleh variasi gaji pokok, tunjangan jabatan, serta tunjangan kinerja yang diterima setiap ASN.
Dampak Ekonomi Pencairan THR ASN
Pencairan THR bagi ASN tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi pegawai pemerintah, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
Pemerintah berharap pencairan THR dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta mendorong perputaran ekonomi menjelang Lebaran.
Dengan jumlah penerima yang mencapai jutaan orang di seluruh Indonesia, dana THR yang disalurkan pemerintah setiap tahun menjadi salah satu stimulus ekonomi musiman yang cukup besar.
Kesimpulan
THR PNS tahun 2026 dipastikan tetap diberikan oleh pemerintah sebagai hak aparatur negara.
Selain gaji pokok yang dapat mencapai sekitar Rp6,3 juta untuk sebagian pegawai, THR juga mencakup empat tunjangan utama yakni tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, serta tunjangan kinerja.
Dengan anggaran sekitar Rp55 triliun yang telah disiapkan pemerintah, jutaan ASN di Indonesia diperkirakan akan menerima THR menjelang Idulfitri 2026.
***