Jakarta – Nama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, kembali menjadi perhatian publik setelah mengambil langkah tegas mencoret lebih dari 11 ribu penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terlibat judi online atau judol sepanjang triwulan pertama 2026.
Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh pria yang akrab disapa Gus Ipul itu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan dan tidak disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pencoretan dilakukan berdasarkan hasil pemadanan data bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Pemerintah juga mencatat adanya penurunan signifikan jumlah penerima bansos yang terindikasi bermain judi online dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk tahun 2026 ini ada 11.000 lebih yang kami coret di triwulan pertama,” ujar Gus Ipul.
Profil Saifullah Yusuf
Saifullah Yusuf merupakan tokoh politik dan birokrat nasional yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan Islam.
Ia lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada 28 Agustus 1964.
Karier politiknya dikenal luas ketika menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo selama dua periode, yakni 2009–2019.
Sebelum itu, ia juga pernah menjadi Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Selain aktif di pemerintahan, Gus Ipul juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU).
Ia memiliki kedekatan dengan kalangan pesantren dan organisasi keagamaan di Indonesia.
Pada Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Saifullah Yusuf dipercaya menjabat Menteri Sosial RI.
Sejak menjabat, ia aktif melakukan pembenahan data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Tegas terhadap Penyalahgunaan Bansos
Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Saifullah Yusuf mulai memperketat pengawasan terhadap penerima bansos yang diduga menyalahgunakan bantuan negara.
Berdasarkan data Kemensos dan PPATK, ribuan keluarga penerima manfaat diketahui terindikasi menggunakan dana bansos untuk bermain judi online.
Karena itu, pemerintah mengambil langkah pencoretan dari daftar penerima bantuan.
Menurut Gus Ipul, mayoritas penerima bansos yang terindikasi judi online berasal dari kelompok masyarakat desil satu dan dua atau kategori ekonomi terbawah.
Meski demikian, pemerintah masih memberikan kesempatan kedua bagi sebagian penerima bansos yang dinilai benar-benar membutuhkan bantuan setelah dilakukan verifikasi lapangan.
Namun, jika kembali terlibat judi online, penerima akan dicoret permanen.
“Kami beri pendampingan supaya tidak mengulangi lagi.
Kalau mengulang lagi akan dicoret selamanya,” tegasnya.
Fokus Perbaikan Data Bansos
Selain menindak penerima bansos yang terindikasi judol, Saifullah Yusuf juga terus mendorong digitalisasi dan pemutakhiran data sosial nasional.
Kemensos bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, serta PPATK untuk memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran dan meminimalisasi penyalahgunaan.
Langkah ini mendapat perhatian publik karena dinilai sebagai bentuk ketegasan pemerintah dalam menjaga akuntabilitas anggaran bantuan sosial yang berasal dari uang negara.
Di sisi lain, kebijakan tersebut juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar bantuan sosial digunakan sesuai peruntukannya, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
Dengan berbagai kebijakan yang dijalankan, Saifullah Yusuf kini menjadi salah satu menteri yang cukup aktif melakukan reformasi penyaluran bansos di Indonesia.