Berita

Revitalisasi Massal 15.000 Sekolah Dikebut, Anggaran Pendidikan 2026 Capai Rp758 Triliun

Admin Utama Diperbarui 0 4 menit 2 halaman
Revitalisasi Massal 15.000 Sekolah Dikebut, Anggaran Pendidikan 2026 Capai Rp758 Triliun

Kemendikdasmen juga memastikan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak akan terganggu selama proses revitalisasi karena guru tidak dibebani tugas administrasi pembangunan .

Anggaran Pendidikan 2026 dan Program Prioritas

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, memaparkan bahwa total anggaran pendidikan tahun 2026 adalah Rp757,82 triliun, yang merupakan 20% dari APBN sesuai amanat undang-undang .

Dari angka tersebut, Kemendikdasmen memperoleh pagu sekitar Rp55 triliun (7%) .

Anggaran ini akan dialokasikan untuk sejumlah program prioritas, termasuk :

- Program Indonesia Pintar (PIP) dan berbagai tunjangan guru non-ASN.

- Kelanjutan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan.

- Digitalisasi pembelajaran dan Pendidikan Profesi Guru.

- Penjaminan mutu melalui akreditasi dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Mendikdasmen menekankan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan fondasi penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045 .

Sinergi BOS dan PIP dalam Mendorong Partisipasi Pendidikan

Selain revitalisasi, pemerintah terus memperkuat program bantuan seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Sinergi kedua program ini diyakini mampu meningkatkan partisipasi pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu .

Data Susenas menunjukkan dampak signifikan dari intervensi ini.

Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang SMA/SMK/MA untuk penduduk kuintil termiskin meningkat dari 34,82% pada 2010 menjadi 75,89% pada 2023 .

Selain itu, tren angka putus sekolah juga menurun drastis, dari 602,5 ribu siswa pada 2013 menjadi 83,7 ribu siswa pada 2021 .

Pada tahun 2024, pemerintah juga meningkatkan besaran bantuan PIP bagi siswa SMA dan SMK dari Rp1 juta menjadi Rp1,8 juta per tahun, serta menambah jumlah penerima manfaat .

Tantangan dan Komitmen Ke Depan

Wamen Dikdasmen mengingatkan bahwa pembangunan fisik bukanlah akhir tujuan.

"Pembangunan fisik bukanlah akhir, melainkan harus diiringi dengan pemeliharaan yang baik," tegasnya .

Beliau juga menyoroti perlunya sinergi kuat antara pusat dan daerah dalam tata kelola pendidikan agar tidak menimbulkan masalah baru, seperti persoalan data siswa yang tidak terdaftar dalam sistem .

Sementara itu, Kementerian Agama juga berfokus pada revitalisasi sarana prasarana madrasah dan perbaikan data EMIS untuk anggaran 2026, dengan upaya mengembalikan kewenangan pengelolaan dari Kementerian PUPR ke Kementerian Agama agar lebih tepat sasaran .

Dengan komitmen anggaran yang besar dan implementasi program yang terukur, pemerintah berupaya mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional secara berkelanjutan.

***

Hak Cipta Dilindungi. Dilarang keras mengutip, menyalin, atau mereproduksi sebagian maupun seluruh isi artikel ini untuk tujuan komersial, termasuk pembuatan konten media sosial, tanpa izin tertulis dari Redaksi.

Bagikan

Komentar

0/500

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Terkait