Pihak TASPEN mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama ASN dan pensiunan untuk selalu waspada dan menjaga data pribadi, data keluarga dan data penting lainnya.
Jangan membagikan atau menyerahkan data pribadi seperti KTP, KK, SK, Kode OTP ataupun data lainnya kepada orang lain.
Berikut adalah beberapa modus penipuan yang tengah marak beredar dan perlu diwaspadai oleh para pensiunan:
1. Penipuan Modus Verifikasi dan Pembaruan Data
Penipu menghubungi peserta melalui WhatsApp yang mengaku sebagai petugas TASPEN dan meminta peserta melakukan pembaruan data pribadi.
Biasanya pelaku menyertakan link atau tautan digital.
Jika diklik link tersebut, maka HP peserta akan di-hack dan isi rekeningnya dikuras habis.
2. Penipuan Modus Janji Kenaikan Tunjangan Pensiun, Bonus, atau Dividen
Dalam modus ini, peserta dijanjikan akan mendapatkan kenaikan gaji pensiun, bonus tahunan, atau pembagian dividen dari TASPEN.
Penipu membangun narasi yang meyakinkan dan mendesak peserta untuk mengakses tautan tertentu sebagai syarat pencairan dana.
Faktanya, tautan tersebut adalah bagian dari upaya peretasan dan dapat menyebabkan kehilangan dana dari rekening bank.
3. Penipuan Modus Phishing (Pembaruan Data Palsu)
Pelaku mengirimkan tautan (link) palsu dan meminta korban mengisi data pribadi dengan dalih agar dana pensiun tetap lancar.
Pesan ini terlihat resmi namun sebenarnya berbahaya.
4. Penipuan Modus Spoofing
Penipu mengirim email atau WhatsApp yang seolah-olah berasal dari TASPEN, namun aslinya palsu.
Biasanya berisi informasi mengenai bonus pensiun, kenaikan gaji, atau pembagian dividen yang tidak pernah diinformasikan secara resmi.
5. Penipuan Modus Uang Pengganti
Dalam modus ini, peserta didatangi ke rumah oleh oknum yang mengaku dari TASPEN.
Selanjutnya penipu meyakinkan kepada peserta bahwa akan mendapatkan uang pengganti.
Padahal itu hanya modus pelaku agar dapat mendapatkan uang dari peserta.
Setelah mendapatkan uang dari peserta, penipu langsung kabur.
6. Penipuan Modus Berkedok Bantuan Sosial dan Hadiah Undian
Oknum tidak bertanggung jawab biasanya menawarkan berbagai layanan palsu seperti pencairan dana, percepatan klaim, bantuan sosial, hadiah undian, hingga permintaan transfer uang dengan mencatut nama TASPEN maupun instansi pemerintah lainnya.
Cara Menghindari Penipuan: Prinsip Tahan, Pastikan, Laporkan
TASPEN mengajak seluruh peserta senantiasa menerapkan prinsip “Tahan, Pastikan, dan Laporkan” dalam menghadapi setiap informasi yang mencurigakan.
Tahan
Jangan langsung percaya dengan pesan, telepon, atau surat yang mengatasnamakan TASPEN.