Bungko News – Kabar menggembirakan bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial secara resmi memulai penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 2 senilai Rp600.000 bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BRI mulai hari ini, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini menanti-nanti pencairan bantuan sosial di tengah kebutuhan yang meningkat menjelang pertengahan tahun.
🎉 BPNT Tahap 2 Cair di KKS BRI Hari Ini
Pencairan BPNT tahap kedua untuk periode April, Mei, dan Juni 2026 mulai dapat diakses oleh KPM pemegang KKS ATM Merah Putih Bank BRI sejak Jumat malam dan sudah bisa dicek secara resmi hari ini, Sabtu 23 Mei 2026.
KPM dapat langsung mengecek dan mencairkan saldo melalui tiga kanal resmi:
-
Mesin ATM BRI terdekat
-
Agen BRILink di sekitar lingkungan tempat tinggal
-
Aplikasi BRImo (mobile banking BRI)
Berdasarkan laporan yang masuk, pencairan kali ini melengkapi penyaluran dari tiga bank lainnya (BSI, Mandiri, dan BNI) yang sudah lebih dahulu mencairkan bansos PKH dan BPNT.
Dengan demikian, kini keempat bank penyalur resmi bansos nasional telah mengalirkan dana bantuan secara bertahap.
📍 Daftar Wilayah yang Sudah Terkonfirmasi Cair
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah daerah telah dilaporkan menerima saldo BPNT Rp600.000 di rekening KKS mereka.
Wilayah-wilayah tersebut antara lain:
-
Jawa Timur (khususnya wilayah Madura)
-
Kalimantan Tengah
-
Ciawi, Jawa Barat
-
Sumatera Barat
Seorang KPM dari Sumatera Barat bahkan mengungkapkan pengalamannya, “Bagi yang punya KPM belum cair kemarin, coba dicek.
Pagi jam 06.00 sudah saya cek, ada saldonya Rp600.000.
Minggu kemarin dapat Rp500.000, semalam Rp600.000.
Ini daerah Sumbar,” ujarnya dikutip dari kanal Diary Bansos.
⚠️ Perhatian! Status Gagal Cek Rekening – Jangan Bolak-Balik ATM
Meski kabar ini menggembirakan, tidak semua KPM menerima saldo di waktu yang sama.
Pemerintah mengingatkan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap hingga batas akhir Juni 2026.
Namun, perhatian khusus perlu diberikan kepada KPM yang sebelumnya berstatus gagal cek rekening.
Hingga kini, bantuan bagi KPM dengan status tersebut belum bisa dicairkan.
Dalam sistem data SIKS-NG, status mereka masih tercatat sebagai SPM (Surat Perintah Membayar) meskipun nominal bantuan sudah tertera di sistem.
Status ini masih harus menunggu penerbitan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) dari pemerintah.
Imbauan Penting: “Buat para KPM yang statusnya gagal cek rekening, tidak perlu bolak-balik mengecek ATM Merah Putihnya ke mesin ATM ataupun ke agen bank untuk mengetahui apakah sudah cair atau belum,” demikian imbauan dari kanal Diary Bansos.