Berita

Waspada! Bansos Akhir Tahun Sudah Cair di KKS Mandiri dan BRI, Segera Tarik Sebelum Hangus Kembali ke Kas Negara

Admin Utama 0 5 menit 2 halaman
Waspada! Bansos Akhir Tahun Sudah Cair di KKS Mandiri dan BRI, Segera Tarik Sebelum Hangus Kembali ke Kas Negara

Bungko News – Menjelang penutupan tahun 2025, kabar gembira sekaligus peringatan penting datang bagi seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia.

Memasuki H-3 sebelum pergantian tahun, proses pencairan berbagai bantuan sosial (Bansos) seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), hingga BLT El Nino/Kesra sedang berada pada puncaknya.

Namun, di tengah kabar gembira ini, muncul sebuah peringatan krusial: Bantuan yang sudah masuk ke rekening KKS bisa ditarik kembali oleh pemerintah jika tidak segera diambil.

Simak ulasan lengkapnya agar Anda tidak kehilangan hak bantuan Anda.

Update Pencairan di Bank Himbara (Mandiri dan BRI)

Berdasarkan laporan terkini dari lapangan, Bank Mandiri dan Bank BRI menjadi dua bank penyalur yang paling progresif dalam mencairkan bantuan di penghujung Desember ini.

Banyak KPM yang melaporkan bahwa saldo mereka telah terisi, baik untuk komponen PKH maupun sembako (BPNT).

1. KKS Bank Mandiri

Banyak KPM pemegang kartu KKS Bank Mandiri melaporkan saldo masuk sejak tanggal 19 Desember hingga hari ini.

Menariknya, meskipun kartu yang digunakan adalah Bank Mandiri, banyak warga yang melakukan penarikan melalui mesin ATM BRI (jaringan Link).

Hal ini diperbolehkan, namun pastikan Anda segera mengecek saldo Anda karena proses "penihilan" saldo sedang berlangsung bagi mereka yang terlambat menarik dana.

2. KKS Bank BRI

Pencairan di Bank BRI juga terpantau sangat masif.

Bantuan yang masuk bervariasi tergantung pada komponen keluarga yang dimiliki oleh KPM tersebut.

Beberapa saldo yang terpantau masuk antara lain:

- Rp600.000 untuk bantuan BPNT (Sembako) tahap akhir.

- Rp975.000 hingga Rp1.195.000 untuk bantuan PKH bagi keluarga dengan komponen lansia, anak sekolah, atau ibu hamil.

Catatan Penting: Beberapa KPM melihat saldo sebesar Rp1.200.000 di mutasi, namun yang bisa ditarik adalah Rp1.195.000. Hal ini disebabkan oleh adanya potongan biaya administrasi atau biaya transaksi antar bank yang umum terjadi.

Fenomena Saldo "Dinihilkan": Mengapa Bansos Bisa Hangus?

Inilah informasi yang paling penting untuk diperhatikan.

Ditemukan kasus di mana seorang KPM mendapatkan kiriman saldo pada tanggal 19 Desember, namun saat hendak dicairkan pada tanggal 29 Desember, saldo tersebut sudah menjadi nol (Rp0) atau dinihilkan.

Mengapa hal ini terjadi?

Pemerintah memiliki kebijakan batas waktu penarikan dana bantuan di akhir tahun anggaran.

Jika dana yang sudah ditransfer ke rekening KKS tidak segera dilakukan transaksi (penarikan tunai atau belanja) dalam kurun waktu tertentu, maka sistem akan menganggap:

1. KPM sudah mampu secara ekonomi sehingga tidak membutuhkan bantuan tersebut.

2. KPM sudah meninggal dunia atau pindah alamat tanpa melapor.

3. Rekening tidak aktif.

Jika dana dianggap "tidak dimanfaatkan," maka secara otomatis dana tersebut akan ditarik kembali ke Kas Negara.

Hal ini sangat disayangkan karena selain kehilangan uang yang seharusnya menjadi hak Anda, status Anda sebagai penerima bantuan di tahap berikutnya (tahun 2026) bisa terancam dicoret oleh Kementerian Sosial karena dianggap sudah tidak layak (mampu).

Rincian Nominal Bantuan yang Cair Hari Ini

Bagi Anda yang belum mengecek KKS, berikut adalah estimasi nominal yang mungkin sudah masuk ke rekening Anda:

Jenis Bantuan Estimasi Nominal Keterangan
BPNT (Sembako) Rp400.000 - Rp600.000 Alokasi akhir tahun
PKH Komponen Pendidikan Rp225.000 - Rp500.000 Tergantung jenjang pendidikan (SD/SMP/SMA)
PKH Lansia/Disabilitas Rp400.000 - Rp600.000 Per tahap pencairan
BLT Penebalan (El Nino) Rp400.000 Tambahan bantuan khusus

Hak Cipta Dilindungi. Dilarang keras mengutip, menyalin, atau mereproduksi sebagian maupun seluruh isi artikel ini untuk tujuan komersial, termasuk pembuatan konten media sosial, tanpa izin tertulis dari Redaksi.

Bagikan

Komentar tersedia di halaman terakhir

Berita Terkait