Berita

Update Penyaluran Bansos PKH dan BPNT: 1,9 Juta KPM Dicoret, 600 Ribu Rekening Bermasalah, Ini Info Penting Bagi yang Belum Cair

Diperbarui 0 5 mnt baca 842 kata 3 halaman
Update Penyaluran Bansos PKH dan BPNT: 1,9 Juta KPM Dicoret, 600 Ribu Rekening Bermasalah, Ini Info Penting Bagi yang Belum Cair

Secara umum penyaluran bansos sudah bisa berjalan dengan baik, kecuali bagi yang membuka rekening kolektif atau sasaran baru hasil ground checking atau pemutakhiran data.

Program Tambahan untuk Lansia dan Disabilitas

Kemensos juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memperkuat program-program penyaluran bansos, termasuk program permakanan untuk lansia terlantar di atas usia 75 tahun dan penyandang disabilitas.

"Kita punya program permakanan untuk lansia terlantar di atas usia 75 tahun, dua kali sehari, sarapan dan makan siang. Juga untuk penyandang disabilitas," ujar Kemensos.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat program pemberdayaan untuk mengurangi ketergantungan pada bansos.

"Bansos itu sementara, pemberdayaan itu selamanya. Kami mendapatkan arahan Presiden agar kita juga memperkuat program pemberdayaan ini sehingga tiap tahunnya bisa lebih terukur mereka yang graduasi, mereka yang lolos, mereka yang naik kelas dari yang selama ini hanya menerima bansos," jelas Kemensos.

Info Penting Bagi yang Belum Cair

Bagi masyarakat yang belum menerima bansos PKH dan BPNT, Kemensos mengimbau untuk:

1. Mengecek status penerima melalui aplikasi resmi Kemensos atau datang langsung ke desa/kelurahan 2. Memastikan data sudah terdaftar dalam DTSEN 3. Bagi yang pernah dicoret karena dinilai tidak layak, namun masih dalam desil 1 dan 2, bisa melakukan reaktivasi 4. Menyiapkan dokumen lengkap seperti KTP dan KK untuk verifikasi ulang

"Untuk sementara ini tentu bagi yang memang sudah kita ketahui benar-benar bermain hakim sendiri tidak akan bisa menerima bansos lagi. Kecuali memang bagi mereka yang sangat-sangat membutuhkan itu pun harus melakukan reaktivasi, harus melakukan daftar ulang lewat desa, kelurahan atau lewat aplikasi yang sudah kami siapkan bekerja sama dengan Dinsos setempat," pungkas Kemensos.

***

Berita Terkait