Bungko News – Memasuki pertengahan tahun 2026, penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial masih berlangsung, salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 yang mencakup periode April hingga Juni 2026.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah diri dan keluarganya termasuk dalam kelompok penerima manfaat, memahami status desil menjadi langkah awal yang krusial.
Pemerintah saat ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data utama penyaluran bansos, menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sebelumnya digunakan.
DTSEN terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga proses verifikasi penerima dilakukan secara lebih akurat dan berkala.
Lantas, apa itu desil, bagaimana cara mengeceknya, dan apakah bisa dilakukan langsung lewat Google? Simak ulasan lengkap berikut ini.
Apa Itu Desil?
Desil adalah metode pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang digunakan pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial.
Seluruh penduduk dibagi ke dalam 10 kelompok atau desil, mulai dari kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah hingga kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Desil diukur berdasarkan berbagai variabel sosial ekonomi yang komprehensif, mencakup:
-
Keterangan individu: pekerjaan dan tingkat pendidikan
-
Kondisi perumahan: kualitas fisik rumah, luas lantai, jenis material dinding, dan daya listrik yang digunakan
-
Kepemilikan aset: barang atau harta yang dimiliki keluarga
Penentuan desil dilakukan berdasarkan data yang terukur dan memiliki waktu rekam yang jelas, serta melalui verifikasi lapangan oleh pendamping sosial dan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kondisi riil ekonomi rumah tangga secara menyeluruh.
Data desil bersifat dinamis dan dapat diperbarui jika terdapat perubahan kondisi ekonomi rumah tangga.