- Bank BRI
Status PKH:
Belum cair.
Status BPNT:
Belum cair.
Catatan:
Masih dalam tahap persiapan teknis. Belum ada laporan valid mengenai masuknya saldo baik untuk PKH maupun BPNT.
Bank BSI tercatat telah merealisasikan penyaluran sekitar 20 persen untuk PKH dan 17 persen untuk bantuan sembako (BPNT).
Sementara Bank BNI fokus utama pada PKH yang sudah mencapai 25 persen.
Bank BNI dan BRI Diminta Bersabar
Bagi KPM yang menggunakan kartu KKS Bank BNI dan BRI, diharapkan tetap bersabar menunggu giliran pencairan bansos yang diprediksi akan segera merata dalam periode penyaluran Tahap 2 ini.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh proses penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai hasil verifikasi dan validasi data penerima bantuan.
KPM Bank BNI yang status PKH-nya sudah SI dipastikan akan segera menerima saldo dalam waktu dekat.
Adapun Bank BRI masih dalam tahap persiapan teknis, dan masyarakat diimbau untuk terus memantau saldo secara berkala melalui mobile banking atau ATM terdekat.
Status "Gagal Cek Rekening" Berubah, KPM Bisa Cair
Kabar baik juga datang bagi KPM yang sebelumnya panik karena status "Gagal Cek Rekening" di aplikasi SIKS-NG.
Ternyata, masalah ini bisa diatasi dengan langkah sederhana:
- Segera komunikasikan dengan pendamping desa setempat.
- Pendamping akan melakukan pemadanan data antara Dukcapil dan SIKS-NG.
- Dalam waktu 2-3 hari, status bisa berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar).
- Setelah itu, bansos tetap bisa cair meskipun menyusul.
Berdasarkan pantauan pada sistem SIKS-NG, status beberapa KPM kini telah mulai berubah menjadi "Berhasil Cek Rekening" secara otomatis.
Meskipun nominal pasti bantuan belum tertera pada kolom sistem, perubahan status ini merupakan sinyal kuat bahwa proses transfer dana ke rekening KPM akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
11.000 Lebih KPM Dicoret karena Judi Online, Tanda Tegas Pemerintah
Pemerintah mulai bertindak lebih tegas terhadap penyalahgunaan bantuan sosial.
Sepanjang triwulan pertama 2026, lebih dari 11.000 KPM dicoret dari daftar penerima bansos karena terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pencoretan dilakukan setelah pemerintah melakukan pemadanan data terhadap penerima bansos.
"Untuk tahun 2026 ini, ada 11.000 lebih yang kami coret di triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM yang kami coret," kata Gus Ipul, Selasa (12/5/2026).
Meskipun demikian, jumlah ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, jumlah penerima bansos yang terindikasi judi online mencapai sekitar 600 ribu orang.
Kini jumlahnya turun drastis menjadi sekitar 11 ribu kasus.
"Kesimpulannya adalah bahwa ini sudah ada penurunan yang luar biasa. Dari 600.000 tinggal 11.000," ujar dia.
Gus Ipul menegaskan bahwa jika ada penerima yang mengulangi lagi perbuatannya, "akan kita coret selamanya".
Kriteria Penerima Bansos 2026:
Desil 1-4 Jadi Prioritas
Bansos yang mengalami perubahan aturan penerima di tahun 2026 adalah BPNT.
Tahun sebelumnya, masyarakat yang berada di desil 1 hingga 5 menerima bantuan BPNT.
Namun, di tahun 2026 tidak lagi.
Hanya masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 4 yang akan mendapatkan bantuan sembako.
Berikut rincian pengaruh desil terhadap penerimaan bansos: