Bungko News – PT TASPEN (Persero) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penerima manfaat terkait maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.
Modus Penipuan yang Paling Sering Terjadi...
PT TASPEN (Persero) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penerima manfaat terkait maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.
Peringatan ini menyusul meningkatnya laporan percobaan penipuan yang menyasar para pensiunan melalui berbagai kanal komunikasi, terutama menjelang pencairan gaji ke-13 pada 2 Juni 2026 mendatang .
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menegaskan bahwa seluruh layanan TASPEN diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya .
Jika ada pihak yang meminta sejumlah uang dengan alasan administrasi, dipastikan itu adalah penipuan .
Modus Penipuan yang Paling Sering Terjadi
Berdasarkan data dan laporan yang masuk ke TASPEN, setidaknya terdapat empat modus penipuan utama yang saat ini marak terjadi :
1. Phising (Tautan Palsu)
Modus: Pelaku mengirimkan pesan melalui WhatsApp, SMS, atau email yang berisi tautan (link) palsu.
Korban diminta mengklik tautan tersebut dengan dalih melakukan verifikasi data, pembaruan informasi, atau percepatan pencairan dana pensiun dan gaji ke-13 .
Bahaya: Tautan tersebut mengarah ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi, seperti nomor rekening, PIN ATM, password mobile banking, hingga kode OTP .
Setelah data diperoleh, pelaku dapat menguras isi rekening korban.
Peringatan Manajer Cabang PT TASPEN Cabang Tanjungpinang, Agnes Salidesi Ginting: *“Pelaku biasanya menghubungi pensiunan melalui telepon atau WhatsApp dan meminta pembaruan data dengan alasan pencairan THR atau gaji ke-13.”*
2. Spoofing (Penyamaran Identitas)
Modus: Pelaku menyamar sebagai petugas atau karyawan TASPEN melalui telepon, WhatsApp, atau email.
Mereka menggunakan nomor atau alamat yang tampak meyakinkan untuk mengelabui korban .
Dalih yang digunakan: Informasi tentang bonus pensiun, kenaikan gaji, pembagian dividen, atau bantuan khusus dari pemerintah .
3. Silent Call (Telepon Tanpa Suara)
Modus: Pelaku melakukan panggilan telepon tanpa suara (silent call) kepada korban.
Saat korban menjawab dan mengucapkan kata-kata tertentu, suara tersebut direkam .
Bahaya: Rekaman suara korban dapat disalahgunakan untuk berbagai kejahatan, termasuk pemalsuan identitas dan verifikasi suara untuk transaksi perbankan.
Kepala SDM PT TASPEN Cabang Tanjungpinang, Adam Victor Handoyo, mengungkapkan: “Sekarang marak telepon tanpa suara atau silent call untuk merekam suara korban yang kemudian bisa disalahgunakan.”
4. Baiting (Iming-iming Hadiah)
Modus: Pelaku menawarkan hadiah gratis, diskon besar-besaran, dividen, atau program khusus dari TASPEN.
Tawaran ini dibuat semenarik mungkin agar korban tertarik dan memberikan data pribadi .
Ciri-ciri Penipuan yang Harus Dikenali
Untuk melindungi diri dari aksi kejahatan ini, para pensiunan perlu mengenali ciri-ciri berikut yang hampir selalu muncul dalam modus penipuan mengatasnamakan TASPEN :