Berita

Peringatan Keras TASPEN! Modus Penipuan Mengatasnamakan Gaji Ke-13 Mulai Marak, Ini Ciri-cirinya

Diperbarui 0 5 mnt baca 962 kata 3 halaman
Peringatan Keras TASPEN! Modus Penipuan Mengatasnamakan Gaji Ke-13 Mulai Marak, Ini Ciri-cirinya
Peringatan Keras TASPEN! Modus Penipuan Mengatasnamakan Gaji Ke-13 Mulai Marak, Ini Ciri-cirinya — Modus Penipuan yang Pal...

Bungko News – PT TASPEN (Persero) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penerima manfaat terkait maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.

Modus Penipuan yang Paling Sering Terjadi...

PT TASPEN (Persero) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penerima manfaat terkait maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.

Peringatan ini menyusul meningkatnya laporan percobaan penipuan yang menyasar para pensiunan melalui berbagai kanal komunikasi, terutama menjelang pencairan gaji ke-13 pada 2 Juni 2026 mendatang .

Corporate Secretary TASPEN, Henra, menegaskan bahwa seluruh layanan TASPEN diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya .

Jika ada pihak yang meminta sejumlah uang dengan alasan administrasi, dipastikan itu adalah penipuan .

Modus Penipuan yang Paling Sering Terjadi

Berdasarkan data dan laporan yang masuk ke TASPEN, setidaknya terdapat empat modus penipuan utama yang saat ini marak terjadi :

1. Phising (Tautan Palsu)

Modus: Pelaku mengirimkan pesan melalui WhatsApp, SMS, atau email yang berisi tautan (link) palsu.

Korban diminta mengklik tautan tersebut dengan dalih melakukan verifikasi data, pembaruan informasi, atau percepatan pencairan dana pensiun dan gaji ke-13 .

Bahaya: Tautan tersebut mengarah ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi, seperti nomor rekening, PIN ATM, password mobile banking, hingga kode OTP .

Setelah data diperoleh, pelaku dapat menguras isi rekening korban.

Peringatan Manajer Cabang PT TASPEN Cabang Tanjungpinang, Agnes Salidesi Ginting: *“Pelaku biasanya menghubungi pensiunan melalui telepon atau WhatsApp dan meminta pembaruan data dengan alasan pencairan THR atau gaji ke-13.”* 

2. Spoofing (Penyamaran Identitas)

Modus: Pelaku menyamar sebagai petugas atau karyawan TASPEN melalui telepon, WhatsApp, atau email.

Mereka menggunakan nomor atau alamat yang tampak meyakinkan untuk mengelabui korban .

Dalih yang digunakan: Informasi tentang bonus pensiun, kenaikan gaji, pembagian dividen, atau bantuan khusus dari pemerintah .

Berita Terkait