Bungko News – JAKARTA – Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 4 untuk periode Oktober-Desember 2025 mulai masif dilakukan pada hari ini, Selasa (16/12/2025).
Pantauan di berbagai platform media sosial dan laporan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menunjukkan pencairan telah terjadi di hampir seluruh bank penyalur (Himbara), yakni BNI, BRI, Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyaluran bansos ini akan tuntas sebelum akhir Desember 2025.
Berdasarkan data yang dihimpun, progres penyaluran secara nasional telah mencapai sekitar 80 hingga 85 persen.
Alhamdulillah, yang ditunggu-tunggu BPNT kartu lama cair," tulis seorang pengguna akun Facebook pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) BRI dalam sebuah grup komunitas, dikutip pada Selasa (16/12/2025).
"Iseng-iseng cek BPNT karena lama sekali ditunggu.
Alhamdulillah ada isi Rp600.000."
Laporan serupa juga datang dari pemegang KKS bank lainnya.
BNI, yang sebelumnya telah melakukan pencairan secara masif, kini kembali mengingatkan pemegang KKS baru untuk mengecek saldonya.
Sementara itu, pemegang KKS Bank Mandiri melaporkan adanya pencairan gabungan yang mencapai Rp2.725.000.
Perbedaan Nominal: KKS Lama vs. KKS Baru
Salah satu fenomena yang paling menonjol dan menjadi perbincangan luas pada penyaluran tahap 4 ini adalah adanya perbedaan nominal yang signifikan antara KPM penerima lama dan penerima baru.
1. Penerima KKS Lama:
KPM yang telah lama terdaftar sebagai penerima BPNT murni melaporkan pencairan sebesar Rp600.000.
Nominal ini sesuai dengan besaran bantuan pangan sebesar Rp200.000 per bulan untuk tiga bulan periode (Oktober, November, Desember).
2. Penerima KKS Baru:
KPM yang baru saja divalidasi atau melakukan transisi dari penyaluran mekanisme lama (seperti PT Pos) ke bank Himbara, melaporkan pencairan yang jauh lebih besar.
Banyak di antaranya menerima Rp1.000.000 atau bahkan lebih.
Hal ini disebabkan oleh adanya akumulasi bantuan, termasuk penebalan BPNT dan integrasi dengan program lain, seperti Program Keluarga Harapan (PKH).