Integrasi dengan PKH menjadi faktor utama mengapa beberapa KPM menerima saldo hingga jutaan rupiah dalam satu kali pencairan.
Besaran PKH bervariasi tergantung pada komponen kategori dalam keluarga, seperti:
Akibatnya, banyak KPM yang melaporkan saldo totalnya mencapai Rp1,2 juta hingga Rp2,75 juta karena menerima BPNT dan PKH yang cair bersamaan dalam satu KKS.
Fenomena ini memicu ramainya unggahan bukti pencairan di media sosial.
Progres Penyaluran di Berbagai Daerah
Pencairan hari ini terpantau merata di Pulau Jawa, terutama di Jawa Barat (Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya) dengan progres yang telah mencapai 70-90 persen.
Di Jawa Tengah (Purwokerto, Semarang, Solo, Cilacap) dan Daerah Istimewa Yogyakarta, pencairan juga berlanjut setelah sebelumnya menyasar lebih dari 50 daerah.
Penyaluran kini merambah ke Jawa Timur (Surabaya, Malang, Kediri), Sumatera (Lampung, Palembang), serta wilayah lainnya seperti Sulawesi dan Kalimantan.
Secara umum, BNI masih menjadi bank penyalur dengan progres tercepat dan terbanyak.
Namun, BRI, Mandiri, dan BSI juga telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam menyalurkan bantuan.
Mengapa Pencairan Belum Merata?
Meskipun penyaluran berjalan masif, banyak KPM yang bertanya mengapa dana mereka belum juga cair, bahkan dengan tetangga sekalipun.
Kemensos melalui laman resminya menjelaskan bahwa penyaluran bansos, termasuk BPNT, dilakukan secara bertahap, bukan serentak.
Beberapa faktor penyebabnya adalah:
1. Validasi Data: Proses validasi data KPM di setiap daerah dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bantuan tepat sasaran, yang membutuhkan waktu berbeda di tiap wilayah. 2. Mekanisme Internal Bank: Setiap bank Himbara memiliki jadwal dan mekanisme internal yang berbeda, yang memengaruhi waktu proses transfer saldo ke KKS. 3. Status Rekening KKS: Beberapa rekening KKS masih dalam proses pengecekan atau aktivasi untuk mencegah kesalahan penyaluran. 4. Sistem Gelombang: Penyaluran dilakukan secara bergelombang berdasarkan kesiapan data di masing-masing wilayah.Kemensos menegaskan bahwa keterlambatan bukan berarti nama penerima dihapus dari daftar.
Selama KPM masih terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memenuhi syarat, seluruh saldo BPNT tahap 4 senilai Rp600.000 pasti akan cair.
KPM hanya perlu menunggu giliran gelombang penyaluran di wilayahnya.
Bagi KPM yang belum menerima bantuan, disarankan untuk secara berkala mengecek saldo melalui ATM terdekat, agen bank, atau aplikasi mobile banking masing-masing.
***