Bungko News – Kabar gembira datang dari pemerintah tepat tiga hari menjelang perayaan Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026.
Sejumlah bantuan sosial (bansos) dilaporkan mulai dicairkan secara serentak untuk masyarakat penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Informasi yang dihimpun dari kanal Lisfika Channel, Jumat (22/5/2026), menyebutkan bahwa setidaknya terdapat empat jenis bansos yang dapat diakses oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pencairan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok, kebutuhan sekolah anak, serta keperluan menjelang hari raya.
Berikut rincian lengkap keempat bantuan sosial yang mulai disalurkan:
1. Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Anak Sekolah
Bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah, bantuan PIP telah cair melalui Bank BRI dan Bank BNI.
Besaran bantuan PIP per tahun adalah sebagai berikut:
-
Tingkat SD: Rp450.000
-
Tingkat SMP: Rp750.000
-
Tingkat SMA: Rp1.800.000
Syarat utama untuk mencairkan PIP adalah anak telah melakukan aktivasi rekening di bank penyalur.
Jika sudah aktif, orang tua dapat langsung mencairkan dana dengan membawa buku tabungan dan kartu ATM ke bank terdekat.
"Selamat bagi yang sudah cair. Manfaatkan bantuan tersebut tentu untuk keperluan sekolah anak," demikian dikutip dari unggahan Lisfika Channel.
2. Bantuan Minyak Goreng dan Beras 10 Kg
Bantuan pangan tambahan berupa minyak goreng dan beras 10 kg juga mulai disalurkan.
Berbeda dengan bansos lain, penyaluran komoditas ini dilakukan sepenuhnya oleh PT Pos Indonesia.
Pemerintah mengingatkan bahwa tidak semua KPM otomatis mendapat bantuan ini.
Calon penerima wajib terlebih dahulu menerima surat undangan resmi dari PT Pos yang dikirimkan ke alamat masing-masing.
"Jika teman-teman tidak menerima surat undangan dari PT Pos, maka tentu belum bisa melakukan pencairan. Sebelum datang ke kantor pos, tunggu dulu surat undangan dan jangan lupa bawa KTP, KK, dan KKS jika punya," jelas narator dalam video tersebut.
3. PKH Tahap 2 dan BPNT Tahap 2 Masih Berlangsung
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua juga terus dicairkan.
Kabar paling menggembirakan adalah KPM yang sebelumnya berstatus 'gagal cek rekening' kini sudah berhasil, sehingga segera dapat menerima dana.
Proses penyaluran PKH dan BPNT tahap 2 ini akan berlangsung hingga akhir Juni 2026.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh kuota 18,8 juta KPM untuk BPNT dan 9 juta KPM untuk PKH akan terpenuhi.
Bantuan dapat diakses melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di bank penyalur (BRI, BNI, Mandiri, BSI) atau melalui PT Pos bagi yang tidak memiliki rekening.