Bukan ASN, PNS, TNI, Polri, atau pegawai BUMN/BUMD.
Memiliki KTP dan KK valid yang terdaftar di Dukcapil.
Mulai tahun 2026, aturan desil untuk BPNT berubah.
Semula berlaku untuk tingkat desil 1 hingga 5, kini hanya sampai desil 4.
Aturan ini berarti KPM yang berada di desil 5 ke atas berpotensi dicoret dari daftar penerima.
Dalam proses pembaruan data terbaru, sebanyak 11.014 penerima bansos diketahui dicoret dari daftar penerima PKH dan BPNT.
Kondisi ini dikenal sebagai inclusion error, yaitu situasi ketika seseorang masih menerima bantuan meski kondisi ekonominya sudah membaik dan termasuk dalam kategori desil tinggi.
Data bansos bersifat dinamis.
Masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan namun kini dicoret, digantikan oleh warga lain yang justru masuk sebagai penerima baru.
Pemerintah memprioritaskan bantuan untuk kelompok paling rentan secara ekonomi.
Jika hasil pendataan menunjukkan penerima masuk desil 6 hingga desil 10, maka bantuan umumnya dihentikan.
Cara Cek Status Penerima Bansos
1. Melalui Aplikasi Cek Bansos:
-
Unduh aplikasi “Cek Bansos” melalui Play Store (Android) atau App Store (iOS).
-
Buka aplikasi, pilih menu “Cek Bansos”.
-
Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) 16 digit.
-
Klik “Cari Data”.
-
Sistem akan menampilkan status penerimaan bantuan, jenis bansos, kelompok desil, hingga status pencairan.
2. Melalui Situs Web cekbansos.kemensos.go.id:
-
Buka browser, akses https://cekbansos.kemensos.go.id.
-
Masukkan NIK KTP.
-
Isi kode captcha yang muncul.
-
Klik “Cari Data”.
-
Setelah proses selesai, sistem akan menampilkan status penerimaan bantuan.
3. Pengecekan PIP melalui pip.kemendikdasmen.go.id:
-
Masukkan NISN dan NIK siswa.
-
Masukkan kode captcha.
-
Klik “Cek Penerima PIP”.
-
Jika terdaftar, data nama beserta status pencairan akan ditampilkan.
Imbauan untuk KPM
-
Rutin cek status di aplikasi Cek Bansos atau portal Kemensos.
-
Jika status masih SPM (Surat Perintah Membayar) – tunggu hingga berubah menjadi SI (Standing Instruction). Jangan bolak-balik cek ATM karena saldo dipastikan masih kosong.
-
Jika status sudah SI – segera cek saldo melalui ATM, agen bank, atau mobile banking.
-
Pastikan data mutakhir – segera laporkan perubahan data (nama, NIK, KK) ke pendamping sosial atau Dukcapil.
-
Waspada penipuan – Seluruh proses pencairan gratis tanpa pungutan biaya. Jangan percaya pada oknum yang menjanjikan percepatan pencairan dengan imbalan.
-
Gunakan bantuan dengan bijak – terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Adha.
Kesimpulan
Memasuki akhir Mei 2026, pemerintah terus mengakselerasi penyaluran berbagai bansos, mulai dari BPNT Tahap 2 (Rp600.000), PKH Tahap 2 (hingga Rp900.000 per komponen), PIP Termin 2 (hingga Rp1.800.000), hingga BLT Dana Desa (Rp900.000).
Bantuan tambahan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter juga mulai didistribusikan di berbagai daerah.
Dengan target finalisasi penutupan buku anggaran pada 31 Mei 2026, proses kliring massal bansos dipastikan terus berlangsung hingga akhir bulan.
KPM diimbau untuk rutin mengecek status melalui aplikasi Cek Bansos atau portal resmi Kemensos.
Jadwal penyaluran tahap berikutnya: Tahap 3 (Juli – September) akan dipersiapkan setelah data usulan klaster bansos selesai diverifikasi.