Bungko News – Kabar gembira menyelimuti Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh pelosok Indonesia.
Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah tancap gas menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4.
Pantauan redaksi pada Minggu (21/12/2025) menunjukkan adanya pencairan besar-besaran yang diprediksi akan semakin intensif pada Senin besok, 22 Desember 2025.
Penyaluran kali ini menjadi momen yang sangat dinantikan karena mencakup akumulasi bantuan untuk tiga bulan sekaligus, yakni periode Oktober, November, dan Desember 2025.
BRI Dominasi Pencairan, Mandiri Menyusul Kuat
Berdasarkan laporan valid dari berbagai komunitas media sosial dan grup pendamping bansos, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi primadona pencairan sepanjang hari Minggu ini.
Ribuan KPM melaporkan saldo masuk sebesar Rp600.000 (akumulasi Rp200.000 per bulan) ke dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka.
"Hari ini BRI benar-benar 'gila-gilaan' pencairannya dari pagi sampai malam.
Untuk KKS Mandiri, sebagian besar sudah cair lebih dulu, namun hari ini tetap terpantau stabil dan masif," ujar narator kanal Info Bansos.
Fenomena "Saldo Melimpah": Validasi Baru PKH dan BPNT
Kejutan tak terduga dialami banyak KPM yang menemukan saldo di atas ekspektasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp2 juta lebih.
Hal ini terjadi karena adanya proses validasi sistem secara otomatis:
- KPM BPNT Murni yang tervalidasi masuk menjadi penerima PKH (Program Keluarga Harapan).
- KPM PKH Murni yang kini mendapatkan tambahan bantuan BPNT.
Kondisi "Multi-Bansos" ini membuat nominal yang diterima bervariasi tergantung komponen keluarga yang dimiliki, seperti lansia, anak sekolah, atau ibu hamil.
Rincian Nominal PKH Tahap 4 (Oktober-Desember 2025)
Bagi keluarga yang mendapatkan integrasi bantuan PKH, berikut adalah rincian nominal per komponen untuk tahap ini:
- Ibu Hamil/Menyusui/Nifas: Rp750.000
- Anak Usia Dini (0-6 tahun): Rp750.000
- Anak SD: Rp225.000