Jika mengikuti pola tersebut, pencairan THR berpotensi bergeser ke pertengahan Maret 2026.
Dengan demikian, terdapat dua skenario waktu yang berkembang di publik: akhir Februari 2026—sekitar 26 Februari—jika sesuai target awal Ramadan, atau pertengahan Maret 2026 bila mengikuti pola 10–14 hari sebelum Lebaran.
Anggaran THR 2026 Capai Rp55 Triliun
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran THR aparatur negara tahun 2026.
Nilai ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp49,9 triliun.
Pada 2025, THR disalurkan kepada sekitar 9,4 juta aparatur negara.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk ASN dan PPPK, prajurit TNI, anggota Polri, hakim, serta pensiunan.
Pembayaran THR masuk dalam pos belanja negara kuartal I 2026 yang totalnya mencapai Rp809 triliun.
Komponen dan Besaran THR ASN 2026
Ketentuan mengenai THR dan gaji ke-13 diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025.
Komponen THR ASN 2026 mencakup gaji pokok, tunjangan melekat, serta tunjangan kinerja hingga 100 persen bagi ASN pusat, TNI, Polri, dan hakim.
Untuk ASN daerah, besaran disesuaikan dengan kemampuan fiskal masing-masing pemerintah daerah.
Sementara itu, pensiunan menerima THR sebesar uang pensiun bulanan.
Dengan anggaran mencapai Rp55 triliun dan target penyaluran pada awal Ramadan, THR PNS 2026 berpotensi cair sekitar 26 Februari jika sesuai skenario minggu pertama puasa.
Meski begitu, kepastian resmi tetap menunggu aturan pemerintah yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
***