Hal ini menunjukkan bahwa kemunculan status final closing di SIKS-NG selaras dengan jadwal distribusi bantuan yang memang sudah memasuki periode penyaluran.
Adapun besaran bantuan PKH tetap disesuaikan dengan kategori penerima, antara lain:
- Ibu hamil dan anak usia dini: Rp750.000 per tahap - Lansia dan disabilitas berat: Rp600.000 per tahap - Siswa SD hingga SMA: Rp225.000 – Rp500.000 per tahapTahap 1 Susulan 2026 Masih Berpeluang Cair
Selain perkembangan PKH tahap 2, masyarakat juga menantikan pencairan bantuan tahap 1 susulan tahun 2026.
Berdasarkan dinamika sistem SIKS-NG, masih terdapat kemungkinan pencairan susulan bagi KPM yang sebelumnya belum menerima bantuan.
Hal ini biasanya terjadi karena:
- Data rekening bermasalah atau belum valid - Keterlambatan verifikasi administrasi - Perubahan status data dalam sistemPada awal tahun 2026, status tahap 1 memang sempat muncul dalam final closing, namun pencairan dilakukan secara bertahap dan tidak serentak di seluruh wilayah.
Dengan demikian, KPM yang belum menerima bantuan tahap pertama masih memiliki peluang mendapatkan pencairan susulan selama datanya valid dan memenuhi kriteria.
SIKS-NG Jadi Penentu Utama Pencairan Bansos
SIKS-NG memegang peran penting dalam seluruh proses bansos, mulai dari pendataan hingga penyaluran.
Sistem ini terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi basis utama penentuan penerima bantuan.
Dalam perkembangannya, proses pembaruan data di SIKS-NG masih terus berlangsung untuk periode April–Juni 2026.
Pemerintah menegaskan bahwa pencairan bansos baru akan dilakukan setelah data benar-benar final di sistem tersebut.
Masyarakat juga diimbau untuk rutin memeriksa status bantuan melalui: