Bungko News – Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang selama ini hanya menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tidak semua penerima BPNT otomatis mendapatkan PKH Tags: Peluang Double Bansos
Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang selama ini hanya menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pada penyaluran bansos tahap kedua tahun 2026, pemerintah melalui sistem validasi otomatis memberikan peluang bagi penerima BPNT murni untuk mendapatkan tambahan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Peluang double bansos ini menjadi angin segar di tengah dinamika pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang tengah berlangsung.
Siapa yang Berpeluang Mendapat PKH Baru?
Tidak semua penerima BPNT otomatis mendapatkan PKH. KPM yang memiliki komponen keluarga yang memenuhi syarat PKH menjadi prioritas dalam proses validasi sistem ini. Komponen tersebut meliputi:
-
Anak usia dini (0–6 tahun)
-
Ibu hamil atau nifas
-
Anak bersekolah jenjang SD, SMP, atau SMA/sederajat
-
Lansia (60 tahun ke atas)
-
Penyandang disabilitas berat
Jika dalam satu keluarga terdapat salah satu atau beberapa komponen di atas, maka peluang untuk divalidasi sebagai penerima PKH baru terbuka lebar. Proses ini dilakukan secara otomatis oleh sistem Kementerian Sosial (Kemensos) berdasarkan data yang tersimpan dalam DTSEN.
Tanda-tanda di Aplikasi Cek Bansos
Bagi KPM BPNT murni yang ingin mengetahui apakah sedang dalam proses validasi menjadi penerima PKH baru, perhatikan perubahan pada hasil pengecekan di aplikasi Cek Bansos atau situs cekbansos.kemensos.go.id.
Ciri utamanya adalah munculnya periode PKH pada kolom yang sebelumnya kosong atau hanya menampilkan tanda strip ( - ). Jika sebelumnya tidak ada keterangan apapun pada kolom PKH, kemudian saat dicek tiba-tiba muncul periode penyaluran (misalnya April–Juni 2026), maka kemungkinan besar data sedang masuk dalam proses validasi oleh sistem. "Perubahan status atau munculnya periode PKH pada aplikasi pengecekan bansos sering menjadi salah satu tanda bahwa data sedang masuk dalam proses validasi sistem," demikian penjelasan dari kanal Pendamping Sosial.
Cara Cek Status Penerima Double Bansos
Masyarakat dapat melakukan pengecekan status penerima bansos secara mandiri melalui dua kanal resmi Kemensos:
1. Melalui Situs Resmi cekbansos.kemensos.go.id
-
Buka laman https://cekbansos.kemensos.go.id melalui browser ponsel atau komputer
-
Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP
-
Ketik kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar
-
Klik tombol "Cari Data"
-
Sistem akan menampilkan informasi nama, kelompok desil, jenis bantuan yang diterima (PKH dan/atau BPNT), status pencairan, serta periode penyaluran
2. Melalui Aplikasi Cek Bansos
-
Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store (Android) atau App Store (iOS)
-
Registrasi akun terlebih dahulu (isikan nomor KK, NIK, nama lengkap, nomor telepon, alamat e-mail, buat username dan password, unggah swafoto serta foto KTP)
-
Login menggunakan username/NIK dan password
-
Pilih menu "Cek Bansos" pada halaman utama
-
Masukkan 16 digit NIK, lalu klik "Cari Data"
-
Sistem akan menampilkan informasi jenis bansos, status pencairan, periode, dan nominal
Segera Cek KKS Secara Berkala
Setelah melakukan pengecekan melalui aplikasi dan menemukan indikasi adanya periode PKH, KPM disarankan untuk melakukan pengecekan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) secara bertahap atau berkala. Hal ini penting untuk memastikan apakah saldo tambahan dari PKH sudah masuk ke rekening. Banyak KPM yang melaporkan bahwa mereka lolos menjadi penerima PKH validasi, sehingga wajib melakukan pengecekan KKS untuk melihat adanya saldo tambahan.
Cara cek saldo KKS:
Melalui ATM bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) dengan kartu KKS
Melalui mobile banking masing-masing bank
Di agen bank atau e-warung terdekat
Besaran PKH yang diterima bervariasi tergantung jumlah dan jenis komponen keluarga. Mulai dari Rp225.000 untuk anak SD, Rp375.000 untuk anak SMP, Rp500.000 untuk anak SMA, hingga Rp750.000 untuk ibu hamil atau anak usia dini. Lansia dan penyandang disabilitas berat menerima Rp600.000 per tiga bulan. Untuk PKH hasil validasi, ada laporan nominal mencapai Rp1.500.000 per tiga bulan tergantung komponen yang dimiliki. Sementara BPNT tetap sebesar Rp600.000 per tiga bulan (akumulasi April–Juni 2026).
Langkah Jika Belum Terdaftar
Bagi masyarakat yang merasa masih layak menerima bantuan namun tidak terdaftar sebagai penerima, terdapat langkah yang dapat dilakukan. Masyarakat yang merasa masih memenuhi syarat sebagai penerima bansos namun masuk dalam kategori desil yang lebih tinggi dapat mengajukan pembaruan data. Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos maupun langsung ke kantor desa atau kelurahan setempat.
Melalui aplikasi Cek Bansos, pilih menu "Usulan" pada halaman utama, isi data dan jawab pertanyaan yang diminta dengan jujur sesuai kondisi, lalu kirim pengajuan. Petugas pendamping sosial setempat akan melakukan verifikasi lapangan. Perkembangan status usulan dapat dicek secara berkala pada aplikasi yang sama.
Imbauan dan Peringatan
-
Proses validasi tidak dipungut biaya. Jangan mudah percaya dengan oknum yang menjanjikan kelulusan PKH dengan imbalan tertentu.
-
Jangan berikan PIN, OTP, atau data pribadi kepada siapapun yang mengaku petugas bansos.
-
Periksa secara berkala karena pencairan dan perubahan status dapat terjadi sewaktu-waktu hingga akhir Juni 2026.
-
Pastikan data yang diberikan jujur dan sesuai kondisi sebenarnya untuk menjaga akurasi DTSEN.
Penambahan penerima baru ini merupakan bagian dari pembaruan data yang dilakukan pemerintah. Sebanyak 475.821 KPM baru ditetapkan sebagai penerima bansos pada triwulan II 2026 melalui proses usulan dan verifikasi berjenjang yang melibatkan pemerintah desa, kelurahan, dinas sosial daerah, hingga laporan masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos. Peluang double bansos ini diharapkan dapat semakin meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera di tengah berbagai tantangan yang ada. Segera cek status Anda sekarang juga!