Berita

Update Bansos Besok 15 Mei 2026: 7,3 Juta KPM PKH Tahap 2 Cair, Saldo Dobel Rp3,2 Juta Mulai Masuk Rekening KPM Bank Mandiri

Diperbarui 0 9 mnt baca 1,647 kata 5 halaman
Update Bansos Besok 15 Mei 2026: 7,3 Juta KPM PKH Tahap 2 Cair, Saldo Dobel Rp3,2 Juta Mulai Masuk Rekening KPM Bank Mandiri
Update Bansos Besok 15 Mei 2026: 7,3 Juta KPM PKH Tahap 2 Cair, Saldo Dobel Rp3,2 Juta Mulai Masuk Rekening KPM Bank Mandi...

Sementara Bank BNI fokus utama pada PKH yang sudah mencapai 25 persen.

Bank BNI dan BRI Diminta Bersabar

Bagi KPM yang menggunakan kartu KKS Bank BNI dan BRI, diharapkan tetap bersabar menunggu giliran pencairan bansos yang diprediksi akan segera merata dalam periode penyaluran Tahap 2 ini.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh proses penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai hasil verifikasi dan validasi data penerima bantuan.

KPM Bank BNI yang status PKH-nya sudah SI dipastikan akan segera menerima saldo dalam waktu dekat.

Adapun Bank BRI masih dalam tahap persiapan teknis, dan masyarakat diimbau untuk terus memantau saldo secara berkala melalui mobile banking atau ATM terdekat.

Status "Gagal Cek Rekening" Berubah, KPM Bisa Cair

Kabar baik juga datang bagi KPM yang sebelumnya panik karena status "Gagal Cek Rekening" di aplikasi SIKS-NG.

Ternyata, masalah ini bisa diatasi dengan langkah sederhana:

  • Segera komunikasikan dengan pendamping desa setempat.
  • Pendamping akan melakukan pemadanan data antara Dukcapil dan SIKS-NG.
  • Dalam waktu 2-3 hari, status bisa berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar).
  • Setelah itu, bansos tetap bisa cair meskipun menyusul.

Berdasarkan pantauan pada sistem SIKS-NG, status beberapa KPM kini telah mulai berubah menjadi "Berhasil Cek Rekening" secara otomatis.

Meskipun nominal pasti bantuan belum tertera pada kolom sistem, perubahan status ini merupakan sinyal kuat bahwa proses transfer dana ke rekening KPM akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

11.000 Lebih KPM Dicoret karena Judi Online, Tanda Tegas Pemerintah

Pemerintah mulai bertindak lebih tegas terhadap penyalahgunaan bantuan sosial.

Sepanjang triwulan pertama 2026, lebih dari 11.000 KPM dicoret dari daftar penerima bansos karena terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pencoretan dilakukan setelah pemerintah melakukan pemadanan data terhadap penerima bansos.

"Untuk tahun 2026 ini, ada 11.000 lebih yang kami coret di triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM yang kami coret," kata Gus Ipul, Selasa (12/5/2026).

Meskipun demikian, jumlah ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, jumlah penerima bansos yang terindikasi judi online mencapai sekitar 600 ribu orang.

Berita Terkait