Jakarta – Memasuki pertengahan Mei 2026, proses pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 2 untuk periode April-Juni 2026 terus berlangsung.
Masyarakat dapat dengan mudah mengecek status penerimaan bansos secara online hanya dengan menggunakan ponsel dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Artikel ini menyajikan informasi lengkap seputar update terbaru pencairan bansos per 15 Mei 2026, termasuk data resmi jumlah KPM PKH yang telah menerima bantuan, kabar gembira pencairan dobel hingga Rp3,2 juta di Bank Mandiri, penambahan 475.821 penerima baru, serta progres penyaluran di empat bank Himbara (BSI, BNI, Mandiri, dan BRI).
7,3 Juta KPM PKH Tahap 2 Telah Terima Bantuan
Berdasarkan data resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos), sebanyak 7.380.476 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH telah menerima bantuan pada penyaluran bansos tahap kedua yang dimulai pada minggu kedua Mei 2026.
Target sasaran penyaluran PKH tahap 2 kali ini menyasar jutaan KPM di seluruh Indonesia.
Penambahan jumlah penerima ini merupakan bagian dari pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Sebanyak 475.821 KPM baru ditetapkan sebagai penerima bansos PKH dan BPNT pada triwulan II 2026, menggantikan penerima lama yang tidak lagi memenuhi syarat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa setiap triwulan pasti ada perubahan-perubahan penerima manfaat.
"Untuk triwulan kedua ini ada lebih dari 470.000 KPM baru yang mendapatkan bantuan, di mana mereka belum mendapatkan bantuan pada triwulan pertama," ujarnya dalam rapat tingkat menteri di Jakarta.
Kabar Gembira:
Pencairan Dobel PKH dan BPNT Cair Bersamaan
Berdasarkan pengumuman resmi Kemensos melalui surat nomor 1285/3/BS.01.00/5/2026, penyaluran bansos untuk tahap 2 periode April-Juni 2026 telah resmi dimulai.
Kabar yang paling menggembirakan adalah adanya pencairan dana secara bersamaan atau "dobel" antara bantuan PKH dan BPNT di sejumlah bank penyalur.
"Banyak KPM yang sudah mencairkan bansos dobel dengan nominal yang sangat fantastik, mulai dari Rp3 juta hingga Rp3,2 juta," demikian narasi yang dihimpun dari kanal informasi bansos.
Bagi keluarga yang memiliki komponen lengkap seperti ibu hamil, balita, hingga anak sekolah, nominal saldo yang masuk ke kartu KKS terpantau sangat fantastis.
Penyaluran ini mencakup 514 kabupaten/kota di seluruh tanah air, memastikan bantuan sosial menjangkau masyarakat miskin dan rentan yang berada di desil satu hingga empat pada DTSEN.
Update Penyaluran Bank Mandiri 15 Mei 2026:
PKH dan BPNT Cair Beruntun
Kejutan besar terjadi bagi para KPM pemegang kartu KKS Bank Mandiri.
Berdasarkan laporan di berbagai wilayah, terjadi fenomena pencairan ganda dalam waktu yang sangat singkat:
- Pencairan BPNT:
Mayoritas KPM Mandiri telah menerima saldo BPNT sebesar Rp600.000 pada tanggal 13 Mei. - Susulan PKH:
Hanya berselang satu hari, tepatnya pada 14 Mei pagi, saldo bantuan PKH dilaporkan menyusul masuk ke rekening yang sama. - Kondisi SI:
Pencairan ini berlaku bagi KPM yang status pada sistem SIKS-NG miliknya sudah menunjukkan keterangan SI (Standing Instruction) untuk kedua jenis bantuan tersebut.
Dengan demikian, KPM Bank Mandiri yang sebelumnya harus menunggu giliran kini dapat menikmati pencairan bansos dobel secara beruntun, memudahkan pemenuhan kebutuhan pokok keluarga.
Peta Penyaluran Empat Bank Himbara (BSI, BNI, Mandiri, BRI) per 15 Mei 2026
Hingga pertengahan Mei 2026, berikut adalah rangkuman progres penyaluran bantuan sosial Tahap 2 (April-Juni) di bank-bank penyalur:
- Bank BSI
Status PKH:
Sudah cair.
Status BPNT:
Sudah cair.
Catatan:
Menjadi pionir penyaluran, terutama di Provinsi Aceh, mencairkan PKH dan BPNT lebih awal secara bertahap.
- Bank BNI
Status PKH:
Sudah cair.
Status BPNT:
Belum merata.
Catatan:
Telah mulai menyalurkan bantuan PKH, namun untuk komponen BPNT terpantau masih belum masuk ke saldo KKS meskipun status di sistem sudah SI.
- Bank Mandiri
Status PKH:
Sudah cair (14 Mei).
Status BPNT:
Sudah cair (13 Mei).
Catatan:
Saat ini memimpin dalam hal kelengkapan pencairan karena PKH dan BPNT sudah mulai cair secara berurutan.
- Bank BRI
Status PKH:
Belum cair.
Status BPNT:
Belum cair.
Catatan:
Masih dalam tahap persiapan teknis.
Belum ada laporan valid mengenai masuknya saldo baik untuk PKH maupun BPNT.
Bank BSI tercatat telah merealisasikan penyaluran sekitar 20 persen untuk PKH dan 17 persen untuk bantuan sembako (BPNT).
Sementara Bank BNI fokus utama pada PKH yang sudah mencapai 25 persen.
Bank BNI dan BRI Diminta Bersabar
Bagi KPM yang menggunakan kartu KKS Bank BNI dan BRI, diharapkan tetap bersabar menunggu giliran pencairan bansos yang diprediksi akan segera merata dalam periode penyaluran Tahap 2 ini.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh proses penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai hasil verifikasi dan validasi data penerima bantuan.
KPM Bank BNI yang status PKH-nya sudah SI dipastikan akan segera menerima saldo dalam waktu dekat.
Adapun Bank BRI masih dalam tahap persiapan teknis, dan masyarakat diimbau untuk terus memantau saldo secara berkala melalui mobile banking atau ATM terdekat.
Status "Gagal Cek Rekening" Berubah, KPM Bisa Cair
Kabar baik juga datang bagi KPM yang sebelumnya panik karena status "Gagal Cek Rekening" di aplikasi SIKS-NG.
Ternyata, masalah ini bisa diatasi dengan langkah sederhana:
- Segera komunikasikan dengan pendamping desa setempat.
- Pendamping akan melakukan pemadanan data antara Dukcapil dan SIKS-NG.
- Dalam waktu 2-3 hari, status bisa berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar).
- Setelah itu, bansos tetap bisa cair meskipun menyusul.
Berdasarkan pantauan pada sistem SIKS-NG, status beberapa KPM kini telah mulai berubah menjadi "Berhasil Cek Rekening" secara otomatis.
Meskipun nominal pasti bantuan belum tertera pada kolom sistem, perubahan status ini merupakan sinyal kuat bahwa proses transfer dana ke rekening KPM akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
11.000 Lebih KPM Dicoret karena Judi Online, Tanda Tegas Pemerintah
Pemerintah mulai bertindak lebih tegas terhadap penyalahgunaan bantuan sosial.
Sepanjang triwulan pertama 2026, lebih dari 11.000 KPM dicoret dari daftar penerima bansos karena terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pencoretan dilakukan setelah pemerintah melakukan pemadanan data terhadap penerima bansos.
"Untuk tahun 2026 ini, ada 11.000 lebih yang kami coret di triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM yang kami coret," kata Gus Ipul, Selasa (12/5/2026).
Meskipun demikian, jumlah ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, jumlah penerima bansos yang terindikasi judi online mencapai sekitar 600 ribu orang.
Kini jumlahnya turun drastis menjadi sekitar 11 ribu kasus.
"Kesimpulannya adalah bahwa ini sudah ada penurunan yang luar biasa. Dari 600.000 tinggal 11.000," ujar dia.
Gus Ipul menegaskan bahwa jika ada penerima yang mengulangi lagi perbuatannya, "akan kita coret selamanya".
Kriteria Penerima Bansos 2026:
Desil 1-4 Jadi Prioritas
Bansos yang mengalami perubahan aturan penerima di tahun 2026 adalah BPNT.
Tahun sebelumnya, masyarakat yang berada di desil 1 hingga 5 menerima bantuan BPNT.
Namun, di tahun 2026 tidak lagi.
Hanya masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 4 yang akan mendapatkan bantuan sembako.
Berikut rincian pengaruh desil terhadap penerimaan bansos:
- Program Keluarga Harapan (PKH):
Desil 1-4. - Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT/Sembako):
Desil 1-4. - Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JKN):
Desil 1-5 atau asesmen. - Asisten Rehabilitasi Sosial (ATENSI):
Desil 1-5 atau asesmen.
Dengan kata lain, untuk desil 1 sampai 4 adalah kelompok yang berpeluang menerima semua jenis bansos.
Sementara desil 5 masih bisa menerima bantuan terbatas seperti PBI-JKN.
Desil sendiri merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang dihitung berdasarkan kondisi sosial ekonomi secara komprehensif, tidak hanya berdasarkan penghasilan tetapi juga mencakup pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, hingga kepemilikan aset keluarga.
Besaran Nominal Bansos PKH dan BPNT Tahap 2
BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) / Program Sembako:
Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan.
Karena disalurkan per triwulan (tiga bulan), maka KPM akan menerima akumulasi bantuan sebesar Rp600.000 untuk periode April-Mei-Juni 2026.
Program Keluarga Harapan (PKH) per tahap/triwulan:
- Ibu hamil atau nifas:
Rp750.000. - Anak usia dini (0-6 tahun):
Rp750.000. - Anak jenjang SD/sederajat:
Rp225.000. - Anak jenjang SMP/sederajat:
Rp375.000. - Anak jenjang SMA/sederajat:
Rp500.000. - Lansia (usia 60 tahun ke atas):
Rp600.000. - Penyandang disabilitas berat:
Rp600.000. - Korban pelanggaran HAM berat:
Rp2.700.000.
Cara Cek Status Penerima Bansos dengan HP dan KTP
Masyarakat kini dapat mengecek status penerimaan bansos secara mandiri melalui dua kanal resmi:
Melalui Situs Web cekbansos.kemensos.go.id
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka browser di ponsel atau komputer.
- Akses laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Ketik kode captcha yang muncul di layar (refresh jika kode tidak jelas).
- Klik tombol "Cari Data".
Setelah proses pencarian selesai, sistem akan menampilkan informasi lengkap berupa nama penerima, jenis bantuan (PKH/BPNT), kelompok desil, status bansos aktif atau tidak aktif, serta periode penyaluran.
Melalui Aplikasi Cek Bansos
Alternatif lain, masyarakat dapat mengunduh aplikasi resmi "Cek Bansos" melalui Play Store (Android) atau App Store (iOS):
- Unduh aplikasi Cek Bansos lalu instal di HP.
- Buka aplikasi dan pilih menu "Cek Bansos".
- Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.
- Tekan tombol "Cari Data".
Dengan layanan digital ini, masyarakat dapat memantau status bansos PKH dan BPNT secara lebih mudah tanpa harus datang ke kantor desa atau kelurahan.
Imbauan bagi Keluarga Penerima Manfaat
Untuk menghemat waktu dan tenaga, KPM disarankan melakukan langkah-langkah berikut:
- Manfaatkan layanan digital:
Gunakan aplikasi perbankan seperti Livin' by Mandiri untuk memantau saldo melalui ponsel. Hal ini lebih efisien dibandingkan harus bolak-balik mengecek ke mesin ATM atau agen bank terdekat. - Pengecekan berkala:
Bagi KPM yang saldonya masih belum masuk, lakukan pengecekan secara berkala setiap pagi dan sore, karena sistem penyaluran dana dapat terjadi kapan saja. - Laporkan perubahan data:
Setiap perubahan status seperti anggota keluarga yang meninggal dunia, pindah domisili, atau perubahan pekerjaan menjadi ASN/TNI/Polri wajib segera dilaporkan kepada pendamping desa.
Peringatan:
Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bansos
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bansos.
Pastikan hanya menggunakan kanal resmi Kemensos untuk pengecekan.
Jangan pernah membagikan data pribadi seperti PIN, OTP, atau kata sandi kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai petugas bansos.
Tidak ada biaya administrasi atau pungutan apapun untuk proses pengecekan ataupun pencairan bansos.
Jika ada pihak yang meminta sejumlah uang dengan dalih mengurus pencairan bansos, dipastikan itu adalah penipuan.