Berita

Sri Mulyani Didepak, Prabowo Lantik Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menkeu Baru

Diperbarui 0 5 mnt baca 836 kata 3 halaman
Sri Mulyani Didepak, Prabowo Lantik Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menkeu Baru

Kriteria Pengganti Menko Polhukam

Terkait posisi Menko Polhukam yang masih diisi pejabat ad interim, Mahfud MD menilai sosok yang tepat untuk mengisi posisi ini harus memenuhi tiga kriteria utama: track record yang baik, kompeten, dan memiliki integritas.

"Kalau itu ada tentu kalau Presiden nemukan orang itu pasti orang yang dekat dengan presiden karena kalau tidak dekat tidak tahu tingkat integritas, kapabilitas dan track record itu," jelas Mahfud.

Mahfud menambahkan, Menko Polhukam sebenarnya adalah jabatan koordinator yang tidak boleh terlalu agresif karena tugas utamanya adalah mengatur kementerian dan lembaga di bawah koordinasinya agar bekerja sama.

"Fungsi koordinator itu mengatur beberapa waktu saya tuh ada 14 kementerian dan badan itu kalau ada sesuatu yang lambat ditarik agar bisa bersama. Kalau terlalu cepat ditarik ke belakang gitu agar bisa bersama lagi. Nah, itu sebenarnya fungsi koordinator," tandasnya.

Evaluasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Mahfud MD menilai kinerja Kabinet Merah Putih selama ini kurang produktif.

Namun, dengan reshuffle ini, ia berharap kabinet bisa menjadi lebih produktif.

"Kabinet Merah Putih kurang produktif menurut saya sampai sekarang ya karena itu Pak Prabowo itu kan masih mengatur membuat peta-peta apa situasi dipetakan dulu lalu siapa mau mengerjakan apa itu. Ini sudah saatnya untuk menjadi lebih produktif," jelasnya.

Dengan reshuffle ini, Mahfud berharap aspirasi masyarakat bisa lebih tersalurkan dan kinerja pemerintahan bisa lebih baik dalam merespons kebutuhan rakyat.

***

Berita Terkait