Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah ini diatur dalam RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 26 Agustus 2025.
Kementerian baru ini akan menjadi "one stop service" untuk semua yang terkait dengan penyelenggaraan haji dan umrah yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama.
Mahfud MD Beri Dua Jempol untuk Reshuffle
Mantan Menko Polhukam periode 2019-2024, Prof. Mahfud MD memberikan apresiasi tinggi atas reshuffle yang dilakukan Presiden Prabowo.
Dalam acara podcast Terus Terang di kanal Mahfud MD Official, Mahfud mengaku memberikan dua jempolnya sebagai apresiasi terhadap kebijakan Prabowo tersebut.
"Alhamdulillah. Kalau saya boleh memberi isarat atas kegembiraan saya, saya beri dua jempol," kata Mahfud.
Menurut Mahfud, reshuffle kabinet ini adalah tanda bahwa Prabowo mulai mendengar aspirasi masyarakat.
Selama 10 bulan pemerintahan Prabowo berjalan, aspirasi masyarakat dinilai tersumbat dan tidak mendapat respons yang memadai.
"Sehingga macet terus (tuntutannya). Sekarang sudah terjadi demo dan kerusuhan di mana-mana, Pak Prabowo langsung merespons dengan cepat," ucap Mahfud.
Mahfud menilai, tidak semua kesalahan berada di Prabowo, karena ada kemungkinan tuntutan masyarakat selama ini dipagari oleh orang-orang tertentu, atau ada menteri yang tidak mengerti aspirasi masyarakat.
Reshuffle sebagai Langkah Cepat Meredam Gejolak
Reshuffle ini dilakukan setelah terjadi demo unjuk rasa dan kerusuhan di pekan sebelumnya.
Mahfud MD menilai langkah ini sebagai bagian dari "quick win" yang dilakukan Prabowo untuk meredam gejolak dalam jangka pendek.
"Ini untuk meredam gejolak sebagai quick win ya. Kemenangan yang seketika jangka pendek agar selesai masalahnya," jelas Mahfud.
Menurutnya, setelah langkah jangka pendek ini, pemerintah masih perlu melakukan pembenahan sistem di jangka menengah, seperti perbaikan politik, masalah perampasan aset, dan pemberantasan korupsi.
"Yang jangka pendek ini mungkin masih sekali lagi itu perlu dilakukan ya sampai Oktober depan itu misalnya penyataan kabinet secara lebih nasional gitu. Sudah bagus ini," tambahnya.