Berita

Sistem Digital Perlinsos Resmi Diuji Coba, Verifikasi Bansos Kini Cukup 15 Menit

Diperbarui 0 6 mnt baca 1,024 kata 4 halaman
Sistem Digital Perlinsos Resmi Diuji Coba, Verifikasi Bansos Kini Cukup 15 Menit
Sistem Digital Perlinsos Resmi Diuji Coba, Verifikasi Bansos Kini Cukup 15 Menit — Revolusi Verifikasi: Dari 3 Bulan Jadi ...

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menggelar uji coba sistem digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kelurahan Pakis, Surabaya, pada Jumat (12/6/2026).

Sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) ini diklaim mampu memangkas waktu verifikasi kelayakan penerima bansos dari yang sebelumnya memakan waktu hingga tiga bulan menjadi hanya 15 hingga 45 menit.

Uji coba ini merupakan bagian dari reformasi besar-besaran tata kelola perlindungan sosial yang digagas pemerintah, dengan target implementasi nasional pada tahun 2027.

Sebanyak 42 kabupaten/kota di seluruh Indonesia ditunjuk sebagai lokasi pilot project, setelah sebelumnya uji coba perdana sukses digelar di Banyuwangi.


Revolusi Verifikasi: Dari 3 Bulan Jadi 15 Menit

Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menjelaskan bahwa selama ini proses verifikasi bansos secara manual memakan waktu sangat panjang karena harus melalui jalur birokrasi berjenjang.

"Kalau proses manual yang lama, rantai birokrasinya sangat panjang. Harus diusulkan berjenjang dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, ditetapkan Kepala Daerah, baru dikirim ke Kemensos dan diproses bersama BPS. Itu memakan waktu sampai 3 bulan," ujar Robben.

Dengan sistem digital berbasis AI, seluruh proses analisis dan keputusan kelayakan dapat diselesaikan dalam hitungan menit.

Bahkan waktu 15-45 menit itu sudah termasuk jika ada proses sanggah dari warga.


Cukup Scan Wajah dan NIK, Tanpa Ribet Bawa Berkas

Sistem Perlinsos Digital menghadirkan kemudahan luar biasa bagi masyarakat.

Pendaftaran cukup dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan verifikasi biometrik wajah melalui kamera ponsel, tanpa biaya sepeserpun.

"Tidak perlu membawa KTP dan KK seperti dulu. Cukup infokan NIK pendaftar, nanti dicek wajahnya, lalu akan keluar data keluarganya," jelas Samuel Prayoga, Anggota Komite Transformasi Digital Kemensos.

Teknologi verifikasi wajah yang digunakan adalah Liveness Detection (deteksi wajah aktif) yang mampu membedakan wajah asli dari foto, rekaman video, atau manipulasi digital lainnya.

Untuk memperkuat sistem ini, Kemensos menggandeng PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk yang memberikan dukungan 5 juta akses verifikasi wajah pada tahap awal uji coba.


Transparan Total: Tahu Persis Alasan Diterima atau Ditolak

Salah satu terobosan terpenting dari sistem ini adalah transparansi penuh dalam proses penentuan kelayakan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa setiap pengajuan bansos dapat langsung diketahui hasilnya, termasuk alasan diterima atau ditolak.

"Melalui sistem ini, setiap pengajuan bansos dapat langsung diketahui hasilnya, termasuk alasan diterima atau ditolak. Ini penting untuk menghindari perdebatan di lapangan dan meningkatkan kepercayaan publik," ujar Gus Ipul dalam Raker bersama Komisi VIII DPR, Rabu (10/6/2026).

Sistem secara transparan menampilkan faktor-faktor penentu kelayakan, seperti kepemilikan aset, tingkat konsumsi listrik, status pekerjaan dan upah, hingga posisi dalam desil kesejahteraan dari BPS.

Pendekatan ini memberikan kepastian hukum dan sosial bagi masyarakat serta pelaksana di lapangan.


Terintegrasi Lintas Kementerian dan Lembaga

Keunggulan lain dari sistem Perlinsos Digital adalah integrasinya dengan berbagai basis data nasional secara real-time.

Sistem terhubung dengan data dari Dukcapil, ATR/BPN (kepemilikan tanah), Samsat dan Korlantas Polri (kepemilikan kendaraan), BPJS, serta data desil kesejahteraan dari BPS.

"Begitu pengajuan dilakukan, sistem secara instan akan bertanya ke berbagai sumber data mulai dari kepemilikan kendaraan, status pekerjaan dan upah, konsumsi listrik, hingga kepemilikan aset tanah semuanya database to database secara real time," jelas perwakilan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dalam simulasi di hadapan DPR.

Bahkan tanpa menginput nama, data langsung muncul secara real-time sebagai balikan dari Dukcapil setelah proses autentikasi biometrik berhasil.


Warga Bisa Daftar Mandiri, Tak Perlu Lewat Sekolah untuk PIP?

Sistem ini juga menghadirkan mekanisme open registry, di mana masyarakat yang membutuhkan dapat mendaftar secara mandiri tanpa melalui usulan berjenjang seperti musyawarah desa atau musyawarah kelurahan.

Sementara itu, terkait Program Indonesia Pintar (PIP), pemerintah melalui Kemendikdasmen telah menyediakan layanan SIPINTAR PIP yang memungkinkan siswa mengecek status penerima secara online tanpa harus datang ke sekolah.

Proses penyaluran PIP PAUD akan dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 menggunakan data murid pada Dapodik.

Namun perlu diketahui, pendaftaran PIP tetap dilakukan melalui pengusulan pihak sekolah yang terintegrasi dengan Dapodik.


Target Nasional 2027, Didukung 12.000 Agen Pendamping

Kemensos menargetkan tahap sosialisasi dan uji coba selesai pada tahun 2026, sehingga aplikasi Perlinsos digital dapat diimplementasikan secara nasional pada tahun 2027.

Untuk mendukung kelancaran sistem, Dinas Sosial Kota Surabaya telah menyiapkan lebih dari 12.000 agen pendamping yang siap membantu masyarakat dalam mengakses sistem baru tersebut.

Di Lombok Timur, tersedia sekitar 8.000 agen Perlinsos yang terdiri atas kepala wilayah, operator SIKS-NG, pendamping PKH, hingga perangkat desa.

Bagi warga yang tidak memiliki ponsel, para agen pendamping ini siap membantu proses pendaftaran dan verifikasi.


Mengurangi Kesalahan Sasaran hingga di Bawah 20 Persen

Salah satu tujuan utama digitalisasi ini adalah menekan angka ketidaktepatan sasaran bantuan sosial.

Berdasarkan data, anggaran bansos 2025 mencapai Rp78 triliun, namun sekitar 45 persen dari alokasi PKH dan BPNT dinilai tidak tersalurkan kepada penerima yang benar-benar berhak.

"Dengan Perlinsos, kita targetkan angka kesalahan di Lombok Timur bisa turun hingga di bawah 20 persen, bahkan kalau bisa 10 persen ke bawah," tegas Samuel Prayoga.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan bahkan memproyeksikan penghematan anggaran negara dari kebocoran dan salah sasaran hingga Rp260 triliun.


Cara Mengakses Sistem Perlinsos Digital

Masyarakat dapat mengakses sistem Perlinsos Digital melalui portal resmi perlinsos.kemensos.go.id.

Proses pendaftaran dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Siapkan NIK yang tertera pada KTP

  2. Lakukan verifikasi biometrik wajah melalui kamera ponsel

  3. Sistem akan secara otomatis memverifikasi data lintas kementerian

  4. Hasil kelayakan akan keluar dalam waktu 15-45 menit

Masyarakat yang merasa keberatan dengan hasil penilaian dapat langsung menyanggah melalui portal dan akan segera mendapat jawaban.


Salam Keluarga Sejahtera dari PKH

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa digitalisasi bansos ini bukan sekadar migrasi data dari cara manual ke aplikasi digital.

"Ini adalah perbaikan tata kelola untuk memperkuat akurasi, meningkatkan transparansi, dan memastikan bantuan tepat sasaran," ujar Fifi.

Dengan sistem baru ini, negara hadir melindungi warganya sesuai amanat Pasal 34 UUD 1945.

Salam PKH, salam keluarga sejahtera! 🙏👍


Bersambung... Kabar baik dari Kemensos selalu hadir untuk masyarakat Indonesia.

Pantau terus perkembangan resmi melalui portalperlinsos.kemensos.go.id dan situs resmi Kemensos.*

Berita Terkait