Bungko News – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menggelar uji coba sistem digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kelurahan Pakis, Surabaya, pada Jumat (12/6/2026).
Sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) ini diklaim mampu memangkas waktu verifikasi kelayakan penerima bansos dari yang sebelumnya memakan waktu hingga tiga bulan menjadi hanya 15 hingga 45 menit.
Uji coba ini merupakan bagian dari reformasi besar-besaran tata kelola perlindungan sosial yang digagas pemerintah, dengan target implementasi nasional pada tahun 2027.
Sebanyak 42 kabupaten/kota di seluruh Indonesia ditunjuk sebagai lokasi pilot project, setelah sebelumnya uji coba perdana sukses digelar di Banyuwangi.
Revolusi Verifikasi: Dari 3 Bulan Jadi 15 Menit
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menjelaskan bahwa selama ini proses verifikasi bansos secara manual memakan waktu sangat panjang karena harus melalui jalur birokrasi berjenjang.
"Kalau proses manual yang lama, rantai birokrasinya sangat panjang. Harus diusulkan berjenjang dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, ditetapkan Kepala Daerah, baru dikirim ke Kemensos dan diproses bersama BPS. Itu memakan waktu sampai 3 bulan," ujar Robben.
Dengan sistem digital berbasis AI, seluruh proses analisis dan keputusan kelayakan dapat diselesaikan dalam hitungan menit.
Bahkan waktu 15-45 menit itu sudah termasuk jika ada proses sanggah dari warga.
Cukup Scan Wajah dan NIK, Tanpa Ribet Bawa Berkas
Sistem Perlinsos Digital menghadirkan kemudahan luar biasa bagi masyarakat.
Pendaftaran cukup dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan verifikasi biometrik wajah melalui kamera ponsel, tanpa biaya sepeserpun.