Sistem ini juga menghadirkan mekanisme open registry, di mana masyarakat yang membutuhkan dapat mendaftar secara mandiri tanpa melalui usulan berjenjang seperti musyawarah desa atau musyawarah kelurahan.
Sementara itu, terkait Program Indonesia Pintar (PIP), pemerintah melalui Kemendikdasmen telah menyediakan layanan SIPINTAR PIP yang memungkinkan siswa mengecek status penerima secara online tanpa harus datang ke sekolah.
Proses penyaluran PIP PAUD akan dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 menggunakan data murid pada Dapodik.
Namun perlu diketahui, pendaftaran PIP tetap dilakukan melalui pengusulan pihak sekolah yang terintegrasi dengan Dapodik.
Target Nasional 2027, Didukung 12.000 Agen Pendamping
Kemensos menargetkan tahap sosialisasi dan uji coba selesai pada tahun 2026, sehingga aplikasi Perlinsos digital dapat diimplementasikan secara nasional pada tahun 2027.
Untuk mendukung kelancaran sistem, Dinas Sosial Kota Surabaya telah menyiapkan lebih dari 12.000 agen pendamping yang siap membantu masyarakat dalam mengakses sistem baru tersebut.
Di Lombok Timur, tersedia sekitar 8.000 agen Perlinsos yang terdiri atas kepala wilayah, operator SIKS-NG, pendamping PKH, hingga perangkat desa.
Bagi warga yang tidak memiliki ponsel, para agen pendamping ini siap membantu proses pendaftaran dan verifikasi.
Mengurangi Kesalahan Sasaran hingga di Bawah 20 Persen
Salah satu tujuan utama digitalisasi ini adalah menekan angka ketidaktepatan sasaran bantuan sosial.
Berdasarkan data, anggaran bansos 2025 mencapai Rp78 triliun, namun sekitar 45 persen dari alokasi PKH dan BPNT dinilai tidak tersalurkan kepada penerima yang benar-benar berhak.