Berikut adalah standar besaran pensiun pokok yang menjadi dasar perhitungan Gaji Ke-13, berdasarkan PP No. 8 Tahun 2024 :
Golongan I
-
IA: Rp 1.748.100 – Rp 1.962.200
-
IB: Rp 1.748.100 – Rp 2.077.300
-
IC: Rp 1.748.100 – Rp 2.165.200
-
ID: Rp 1.748.100 – Rp 2.256.700
Golongan II
-
IIA: Rp 1.748.100 – Rp 2.833.900
-
IIB: Rp 1.748.100 – Rp 2.953.800
-
IIC: Rp 1.748.100 – Rp 3.078.700
-
IID: Rp 1.748.100 – Rp 3.208.800
Golongan III
-
IIIA: Rp 1.748.100 – Rp 3.558.800
-
IIIB: Rp 1.748.100 – Rp 3.709.200
-
IIIC: Rp 1.748.100 – Rp 3.866.100
-
IIID: Rp 1.748.100 – Rp 4.029.600
Golongan IV
-
IVA: Rp 1.748.100 – Rp 4.200.000
-
IVB: Rp 1.748.100 – Rp 4.377.800
-
IVC: Rp 1.748.100 – Rp 4.562.900
-
IVD: Rp 1.748.100 – Rp 4.755.900
-
IVE: Rp 1.748.100 – Rp 4.957.100
*Catatan: Besaran di atas adalah pensiun pokok. Total Gaji Ke-13 akan lebih besar karena ditambah tunjangan keluarga (10% untuk pasangan + 2%/anak) dan tunjangan pangan.*
Estimasi Total Saldo Dobel (Gaji Pensiun + Gaji Ke-13)
Berikut adalah estimasi total nominal yang akan "banjir" di rekening pensiunan pada awal Juni 2026 untuk berbagai skenario keluarga.
Perhitungan ini mengasumsikan Gaji Ke-13 setara dengan total penghasilan pensiun bulanan biasa .
Skenario 1: Pensiunan Golongan II (Pengatur) – Tanpa Tanggungan
-
Gaji Pensiun Juni: ± Rp 2.500.000
-
Gaji Ke-13: ± Rp 2.500.000 (Estimasi pensiun pokok + tunjangan pangan)
-
Estimasi Total Saldo Masuk: ± Rp 5.000.000